Tepis Fatayat NU Hanya Pintar Tahlil, PAC Fatayat NU Brebes Gelar Seminar Kesehatan

Seminar ini sebagai upaya Fatayat memberikan sumbangsih pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.

istimewa
Seminar kesehatan yang diselenggarakan fatayat NU Cabang Kecamatan Brebes di aula Kenanga kaligangsa Wetan, kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Menepis anggapan Fatayat NU hanya berkutat di pengajian dan tahlil saja, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Brebes Jawa Tengah menggelar seminar kesehatan.

Seminar ini sebagai upaya Fatayat memberikan sumbangsih pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.

Demikian disampaikan Ketua PAC Fatayat NU Brebes Nurwahidah di sela seminar kesehatan di Aula PAUD Kenanga Kaligangsa Wetan Jalan Gajah Mada Brebes kemarin.

Nurwahidah menjelaskan, Anggota Fatayat yang masih berusia produktif dalam artinya berpotensi mengandung dan memiliki anak lagi perlu mengetahui sisik melik tentang kesehatan ibu dan anak. Sehingga sangat tepat ketika mereka menggelar seminar bertajuk 1000 hari pertama kehidupan manusia di dunia.

Dengan harapan, peserta bisa memiliki pengetahuan dasar bagaimana sikap ibu ketika, mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan membesarkannya hingga mendapatkan keturunan yang berkualitas dari aspek kesehatan.

"Surat Anisa ayat 9, menegaskan kepada kita bagaimana baiknya memiliki keturunan yang berkualitas. Tentunya disikapi secara dini, sejak 1000 hari pertama kelahiran di bumi," jelasnya.

Ketua Panitia Khuriyah Ambarwati menjelaskan, seminar yang berlangsung selama 2 hari tersebut diikuti utusan 20 orang dari Pimpinan Ranting se Kecamatan Brebes dan 40 anggota PR Desa Kaligangsa Wetan.

"Kader Fatayat juga telah menjadi Kader Posyandu di desa-desa sehingga kiprahnya benar-benar dapat dirasakan, masyarakat," kata Darjo.

Ketika ada penambahan ilmu lewat seminar kesehatan ini, akan sangat membantu mereka dalam upaya menjalankan tugas sebagai kader Fatayat maupun kader Posyandu.

Seminar disampaikan oleh Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Arlin Rahmin dan Bidan Desa Puskesmas Kaligangsa Wetan Mudiana.

Arlin Rahmin menjelaskan, menciptakan anak berkualitas perlu adanya gerakan 1000 hari pertama kehidupan.

Sebab pada 1000 hari tersebut merupakan masa emas dan kritis pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak dan otot anak.

1000 hari pertama kehidupan, lanjutnya, dimulai sejak kehamilan, pemberian Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian Asi Ekslusif pada usia 0-6 bulan, terpenuhinya kebutuhan gizi berimbang seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan trace elemen. (*)

Penulis: fajar eko nugroho
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved