Wanita Swiss Ini Diculik untuk Kedua Kalinya di Mali
Kawanan bersenjata tersebut langsung memasuki rumah Beatrice Stockly hari Jumat (8/1) pagi dan membawanya pergi.
TRIBUNJATENG.COM -- Wanita asal Swiss, Beatrice Stockly diculik untuk kedua kalinya oleh kawanan bersenjata di Timbuktu Mali.
Kawanan bersenjata tersebut langsung memasuki rumah Beatrice Stockly hari Jumat (8/1) pagi dan membawanya pergi. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab.
Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan tahu mengenai “dugaan penculikan” seorang warga Swiss di Mali itu tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Stockly, wanita berusia sekitar 40 tahunan, seorang misionaris Kristen, pernah diculik oleh golongan militan bulan April 2012 lalu dan dibebaskan sekitar 10 hari kemudian.
Kelompok-kelompok yang mengambil alih Mali utara waktu itu setelah kudeta militer di ibukota, Bamako. Pasukan pimpinan Perancis berhasil menggulingkan mereka tahun berikutnya tetapi kaum militan tetap aktif.
Hingga kini, puluhan warga Barat telah diculik oleh kelompok-kelompok militan di Afrika Barat dan Afrika Utara antara tahun 2008 dan 2013.
Kebanyakan dari mereka telah dibebaskan, tetapi dua warga Barat yang diculik di Mali utara tahun 2011 masih disandera oleh al-Qaida.
VOA Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/beatrice-stockly_20160109_122043.jpg)