Breaking News:

Cara Memberi Pertolongan Pertama Bagi Orang yang Keracunan Sianida

Sianida atau Natrium Sianida (NaCN), merupakan bahan kimia berbentuk kristal kubus atau serbuk, granule, tidak berwarna hingga putih

Thinkstock/TiSanti
Ilustrasi minuman kopi yang diduga memicu kematian 

RIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sianida atau Natrium Sianida (NaCN), merupakan bahan kimia berbentuk kristal kubus atau serbuk, granule, tidak berwarna hingga putih, berbau seperti almond. Jika terhirup atau tertelan sianida bisa berakibat fatal. Bahkan kematian dalam hitungan menit.

Racun yang digunakan oleh Adolf Hitler untuk mengakhiri hidup setelah kalah di Perang Dunia II ini akan menyerang semua jaringan. Tidak terjadi pertukaran oksigen atau disebut mengalami hipoksia yakni kekurangan oksigen dalam jaringan.

Saat ini, sianida tengah menjadi perbincangan hangat. Hal itu seiring dengan kematian Wayan Mirna Salihin setelah menyeruput es kopi Vietnam yang diduga telah dicampur racun mematikan itu.

Agar tidak fatal, mereka yang terpapar sianida harus segera mendapat pertolongan. Dikutip dari situs resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Indonesia, berikut merupakan beberapa tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika menemui korban yang keracunan Sianida.

Jika terhirup

Jika aman memasuki area, jauhkan korban dari paparan. Gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan (pernafasan keselamatan) jika diperlukan. Pertahankan suhu tubuh korban dan istirahatkan. Segera bawa ke dokter.

Catatan untuk dokter : Pertimbangkan pemberian amil nitrit melalui dihirup, 1 ampul (0,2 mL) setiap 5 menit dan pemberian oksigen.

Jika tertelan

Segera hubungi dokter. Jangan merangsang terjadinya muntah atau meminumkan cairan kepada korban yang tidak sadar. Jika terjadi muntah, jaga posisi kepala agar lebih rendah dari pinggul untuk mencegah aspirasi. Jika terjadi muntah, palingkan kepala ke samping. Segera bawa ke dokter.

Catatan untuk dokter : Jika tertelan, pertimbangkan pembilasan lambung dan pemberian oksigen.

Jika terkena mata

Basuh mata segera dengan air yang banyak atau menggunakan larutan garam fisiologis, sambil sesekali buka kelopak mata atas dan bawah hingga tidak ada bahan kimia yang tertinggal. Lanjutkan pemberian larutan garam fisiologis hingga korban siap dibawa ke rumah sakit. Tutup dengan perban steril. Segera bawa ke dokter.

Jika terkena kulit

Lepaskan segera pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci bagian yang terkontaminasi dengan sabun atau deterjen lunak dan air yang banyak hingga tidak ada bahan kimia yang tertinggal (setidaknya selama 15-20 menit). Segera bawa ke dokter. (nationalgeographic)

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved