Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

Preman Kampung Ini Tantang Tim Elang Setelah Aniaya Penjaga Rumah Makan

Bukannya menyerah saat hendak ditangkap, Kiki masih berusaha mengajak polisi berduel. Kiki yang dalam pengaruh alkohol itu akhirnya berhasil dilumpuhk

Penulis: muh radlis | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Muh Radlis
preman kampung 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Berlagak jagoan memukul seorang karyawan rumah makan di Jalan Bojong Salaman, kawasan Banjir Kanal Barat, pria bernama Kiki (20) kena batunya, Rabu (13/1/2016) dini hari.

Pasalny Kiki beraksi bak jagoan menganiaya karyawan rumah makan 24 jam itu tak jauh dari lokasi Tim Elang sedang memeriksa dua pemuda mabuk di Banjir Kanal Barat.

Kiki dan empat orang rekannya mabuk mabukan di depan rumah makan tersebut. Mereka pun memaksa seorang karyawan rumah makan untuk mencicipi minuman keras jenis ciu. Lantran karyawan rumah makan itu menolak, Kiki dan rekannya tak terima dan langsung menganiaya karyawan rumah makan tersebut.

Aksi pengniayaan ini terlihat oleh anggota polisi yang tergabung dalam Tim Elang Polrestabes Semarang. Sontak anggota polisi berpakaian preman itu langsung menghampiri rumah makan.

Melihat anggota polisi datang, Kiki dan rekannya melarikan diri. Satu diantara mereka membuang senjata tajam jenis parang mandau saat berlari.

Sial bagi Kiki, dia dan teman wanitanya terpojok dan berhasil ditangkap polisi sementara teman lainnya menghilang setelah masuk ke dalam gang perkampungan.

Bukannya menyerah saat hendak ditangkap, Kiki masih berusaha mengajak polisi berduel. Kiki yang dalam pengaruh alkohol itu akhirnya berhasil dilumpuhkan dan langsung diborgol, parang mandau dan teman wanitanya juga ikut dibawa ke Polrestabes Semarang.

"Itu (parang) bukan punya saya pak, punya teman saya yang lari," kata Kiki kepada petugas.

Sementara itu karyawan rumah makan yang enggan disebut identitasnya itu mengaku, awalnya Kiki dan empat rekannya mabuk mabukan di depan rumah makan. Pria ini tak berani menegur lantaran mereka membawa senjata tajam jenis parang.

"Saya takut tegur, malah waktu itu saya dipaksa minum ciu. Saya tolak lalu dipukul di wajah dan kepala," kata pria itu sembari menunjukkan bajunya yang sobek akibat dianiaya.

Setelah meminta karyawan rumah makan itu visum, polisi membawanya untuk membuat laporan secara resmi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved