Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peneliti Paparkan Penyebab Sungai Bengawan Solo Banjir di Daerah Hilir

Peneliti Paparkan Penyebab Sungai Bengawan Solo Banjir di Daerah Hilir

Penulis: suharno | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN - Penyeberangan di Sungai Bengawan Solo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tim peneliti dari Balai Penelitian, Teknologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Bengawan Solo memaparkan setiap memasuki musim penghujan, masyarakat yang tinggal di hilir DAS sungai terpanjang di Jawa ini selalu khawatir.

Kekhawatiran warga di daerah hilir yakni meliputi wilayah Blora, Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik lantaran adanya banjir dari luapan Bengawan Solo yang terjadi setiap tahun.

Ketua Peneliti Balitek DAS Bengawan Solo, Endang Savitri mengatakan banjir luapan ini dikarenakan rusaknya atau kurang berfungsinya wilayah resapan terutama di daerah hulu (Wonogiri hingga Ngawi), selain curah hujan yang tinggi.

Penurunan fungsi wilayah resapan dikarenakan sempitnya luas tutupan hutan/tanaman keras serta distribusi hutan yang kurang tepat.

"Pada Undang-undang tahun 1999 tentang kehutanan menyebutkan bahwa luas hutan di daerah aliran sungai minimal harus 30 persen. Namun, di aliran Bengawan Solo, luas hutannya hanya 24 persen dan masih dibawah angka minimal yang telah ditetapkan," ujar Endang, Kamis (21/1/2016).

Endang menambahkan jumlah 24 persen hutan Bengawan Solo posisinya juga salah karena banyak berada di daerah hilir (Ngawi ke Gresik). Seharusnya hutan lebih banyak ditempatkan di daerah hulu yang merupakan wilayah pemasok banjir.

Dia berharap supaya pemerintah serta masyarakat di daerah hulu untuk banyak melakukan penanaman tumbuhan keras di sekitar daerah aliran Bengawan Solo.

"Kelebihan teknik penghutanan yang dijadikan area resapan ini sifatnya lebih permanen dibandingkan teknik memperbesar kapasitas tampung sungai, pembuatan tanggul atau kegiatan sipil teknis lainnya," sambungnya.

Dia juga berharap lahan tegalan di daerah aliran Bengawan Solo dapat diubah menjadi Agroforestri yang mengkombinasikan tanaman hutan dengan tanaman pertanian/peternakan sembari menjaga area resapan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved