Atlanta Electronics Optimistis Penjualan Produk Elektronik Meningkat

Atlanta Electronics Optimistis Penjualan Produk Elektronik Meningkat

Atlanta Electronics Optimistis Penjualan Produk Elektronik Meningkat
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN 

Laporan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan produk elektronik di Semarang pada tahun ini diperkirakan meningkat. Hal itu seiiring dengan mulai berjalannya proyek pembangunan infrastruktur dari pemerintah maupun swasta.

Direktur Atlanta Electronics, Santoso Kurniadi mengungkapkan, sejak awal 2016 penjualan elektronik meningkat sekitar 20-30 persen. Hal tersebut menurutnya, karena didorong proyek pembangunan infrastruktur yang sempat mandeg di tahun sebelumnya.

Lonjakan permintaan, lanjut Santoso mulai terasa sejak akhir tahun lalu. Saat ini penjualan tertinggi produk elektronik di tempatnya adalah Air Conditionir(AC) dan mesin cuci.

"Pasar awal tahun cukup lumayan, AC dan mesin cuci permintaannya meningkat 30 persen. Kondisi ini cukup mengejutkan karena biasanya awal tahun identik dengan musim penghujan, tapi pendingin ruangan justru meningkat. Bahkan Desember tahun lalu sampai kehabisan stok," imbuhnya.

Kondisi yang tidak seperti biasa itu, menurut Santoso disebabkan karena perubahan iklim secara ekstrim. Tingkat turun hujan tidak seiintensif tahun-tahun sebelumnya. Selain cuaca, mulai ramainya proyek pembangunan hotel, apartemen, hingga mall di beberapa daerajuga turut mendorong meningkatnya penjualan elektronik, khususnya AC.

"Perekonomian Jokowi turunnya proyek dicairkan mulai Januari 2015, prediksinya penjualan elektronik tahun ini meningkat. Selama Desember permintaan AC mencapai puluhan ribu. Satu proyek saja bisa sampai 500 biji karena pembangunan hotel, apartemen luar biasa di Jogja, Solo, Semarang dan daerah lain." imbuhnya.

Akibat percepatan proyek pembangunan infrastruktur, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, kontribusi sektor corporate di atlanta electronics miningkat lebih dari 10 persen. Bahkan, permintaan AC tidak hanya berasal dari daerah di Jawa Tengah saja, melainkan juga provinsi lain.

"Kontribusi corporate yang sebelumnya hanya tiga persen di 2015, sekaran naik jadi 15 persen. Bahkan pesanan tidak hanya dari proyek Semarang saja melainkan sampai luar provinsi seperti Makasar dan Bali. Mereka mencari di Jateng karena mungkin harga lebih murah dibanding Jakarta," imbuhnya. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved