Heboh Gafatar
Eks Gafatar, Pensiunan RSJ Kentingan Meninggal di Kalimantan Barat
Margono merupakan pensiunan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kentingan, Solo, yang berasal dari Dusun Grobogan RT 02/ RW 06 Desa Malangjiwan
Penulis: suharno | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -- Seorang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Karanganyar, Margono (60) dinyatakan meninggal dunia saat berada di Kalimantan Barat.
Margono merupakan pensiunan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kentingan, Solo, yang berasal dari Dusun Grobogan RT 02/ RW 06 Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Camat Colomadu, Yophy Eko Jati Wibowo mengatakan, Margono pergi bersama istrinya, Dwi Hari Murti (56) dan dua anaknya yakni Edi (28) dan Sigit (30). Yophy mengatakan putra tertua Margono yakni Sigit tercatat sebaga Ketua Gafatar Solo Raya.
"Benar Margono merupakan warga kami dan telah meninggal dunia saat masih berada di Kalimantan. Mereka tercatat sebagai warga Dusun Grobogan RT 02/ RW 06 Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu," ujar Yophy, Jumat (29/1/2016).
Dia menambahkan dari catatan Pemkab, warga Colomadu yang ikut Gafatar berjumlah 13 orang. Selain keluarga Margono ada pula dua keluarga lainnya.
Dua keluarga lainnya yakni Arif Yusnindar bersama istri dan tiga orang anaknya, serta keluarga Muh Arifin Yahya bersama istrinya dan kedua anaknya.
Khusus Muhammad Arifin Yahya, ungkap Yophy, sebenarnya sudah pindah ke Yogyakarta sejak enam bulan lalu dan rumahnya di Colomadu telah dikontrakannya.
"Untuk keluarga Margono dan Muhammad Arifin Yahya, saat ini masih berada di Asrama Haji Donohudan (Boyolali). Karena keduannya ikut gelombang pemulangan ketiga dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang," paparnya.
"Mereka akan ikut pendataan dan program pembinaan. Setelah itu, Pemkab Karanganyar akan melakukan penjemputan untuk dipulangkan ke rumah asalnya," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/eks-gafatar_20160129_191630.jpg)