Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PKBI Resah PSK Terjangkit HIV Mangkal di Jalan Kota Semarang

Belum lama ini, PKBI pernah melakukan pemeriksaan HIV/AIDS mendadak terhadap PSK yang mangkal di sepanjang Jl Imam Bonjol, sekitar stasiun Poncol

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Ilustrasi PSK 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Meski telah ada lokalisasi, ratusan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Kota Semarang masih menjajakan diri di jalanan. Antara lain, di Jalan Raya Imam Bonjol, Hanoman, Kelud Raya, Kota Lama, dan kawasan pasar Peterongan.

Manajer Program Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Semarang Muhamad Taufik Hidayat mengatakan, keberadaan PSK di jalanan sudah sangat mengkhawatirkan.

Keberadaan mereka yang liar dan tidak terorganisir membuat penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Semarang semakin tidak terkendali.

"Mereka tidak terkontrol, tidak pernah melakukan pemeriksaan rutin, peluang penyebaran penyakit lebih besar,"katanya.

Parahnya, belum lama ini, PKBI pernah melakukan pemeriksaan HIV/AIDS mendadak terhadap PSK yang mangkal di sepanjang Jl Imam Bonjol, sekitar stasiun Poncol.

Hasilnya pun cukup mencengangkan. Dari 12 PSK yang diperiksa, 3 di antaranya positif mengidap HIV/AIDS. Andai saja, ujar Taufik, timnya dapat memeriksa lebih banyak PSK di jalanan tersebut saat itu, bukan mustahil, akan lebih banyak PSK yang teridentifikasi menderita penyakit mematikan itu.

"Saat kami melakukan pemeriksaan mendadak, banyak di antara mereka tidak mengetahui bahaya HIV/AIDS. Kesadaran mereka untuk memeriksakan diri secara rutin juga tidak ada,"katanya.

Untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit mematikan tersebut, menurut Taufik, tidak ada cara lain, selain dengan melakukan penertiban PSK di jalanan. Ia pun meminta Pemkot untuk mengintensifkan razia terhadap para PSK jalanan yang disinyalir banyak yang bukan warga Kota Semarang ini.

"Sering-sering razia saja, kalau bisa memang seharusnya jalanan kota Semarang bersih dari prostitusi,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved