Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

kebakaran

Terdengar Teriakan Allahuakbar Lalu Suami Istri di Pekalongan Itu pun Terbakar

Itu-itu kebakaran, tolong! Saya juga lari ke rumah..

Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Rumah di nomor 6 gang 2, RT 4/5, di Kelurahan Sugihwaras Kota Pekalongan, yang ludes terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebuah warung makan dan rumah tinggal nomor 6 gang 2, RT 4/5, di Kelurahan Sugihwaras Kota Pekalongan, ludes terbakar, Minggu (7/2/2016) sekitar pukul 10.00.

Dua orang suami istri, Agus (58) dan Asiah (56) menderita luka bakar karena api cepat menyambar.

Tetangga sebelah rumah, Nazaliah (40), yang sedang makan melihat Agus membawa bensin eceran tersebut.

Saat itu korban sedang menakar ke dalam botol berukuran satu liter, yang lokasinya berdekatan kompor yang menyala.

"Saya lagi makan, terus dengar suara teriak Allahuakbar! Ternyata apinya itu langsung membesar," kata dia.

Nazaliah yang rumah tinggalnya berada di sebelahnya pun gugup karena khawatir rumahnya ikut terbakar.

Warga yang mendengar teriakan Nazaliah meminta tolong pun, juga ikut berkerumunan memadamkan api.

"Itu-itu kebakaran, tolong! Saya juga lari ke rumah," ceritanya.

Sedangkan sebagian warga menyelamatkan dua orang korban dan membawanya ke Rumah Sakit Siti Khodijah.

"Saya lihat itu juga nggak bisa apa-apa. Karena rumah saya sebelahan. Saya masuk rumah pindah barang-barang," kata dia.

Menantu korban, Murtadho (36) mengatakan tidak tahu persis ada kebakaran di rumah karena saat itu masih tidur.

"Saya masih tidur, dengar yang teriak-teriak saya keluar ternyata sudah ada api yang membesar," kata dia.

Selanjutnya, dia memadamkan api yang membakar ludes rumahnya. "Sudah nggak bisa menyelamatkan barang-barang, saya bantuin memadamkan api," kata dia.

Dia menaksir, kerugian atas kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga, berupa uang dan sepeda hangus dilalap si jago merah.

"Ratusan juta kerugiannya. Tidak ada yang bisa diselamatkan, apinya sudah besar," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved