Penggusuran Kalijodo

Dari Main Bakar hingga Sewa Keamanan Judi Kalijodo Rp 10 - 20 Juta per Hari

Sewa "kaveling berikut keamanannya", kala itu, antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per malam.

Dari Main Bakar hingga Sewa Keamanan Judi Kalijodo Rp 10 - 20 Juta per Hari
KOMPAS/PASCAL SB SAJU
Hunian kolong tol Kalijodo pada tahun 2007 sebelum akhirnya digusur. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Bicara keganasan aksi brutal geng Kalijodo seakan telah menjadi legenda. Aksi main bakar! Itulah ciri yang selalu dipertontonkan para pelaku tindak kekerasan saban terjadi perang antargeng di Kalijodo.

Misalnya, di peristiwa 22 Februari 2002 dini hari, tulis harian Kompas,4 Maret 2002, bukanlah yang pertama. Sebelumnya, skalanya disebut kecil, hanya satu-dua rumah.

Pada saat itu, karena jumlah rumah yang terbakar mencapai ratusan, barulah aparat pemerintah daerah dan keamanan tampak peduli.

Itu pun sebatas membongkar semua bangunan yang setiap orang tahu jelas melanggar peraturan karena didirikan di atas bantaran dan tanggul banjir kanal dan Kali Angke, yang masih berlangsung hingga Kamis (28/2/2002).

Dengan tindakan itu, aparat berharap, Kalijodo "bersih" dari pelanggaran-pelanggaran lainnya, yakni perjudian dan pelacuran. Pelanggaran tanpa pernah atau memang tidak bisa ditindak.

Mengapa? Soalnya, Kalijodo telah memiliki penguasa sendiri. "Mirip mafia," kata Krishna Murti saat itu yang menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara.

Kala itu, Krishna menyebut, terdapat lima bos besar di situ, yakni Riri yang bergandengan dengan Agus, H Usman, Aziz, Bakri, dan Ahmad Resek. Mereka mengaveling Kalijodo sebagai daerah kekuasaan mereka.

Menurut Krishna Murti, para bos itu tidak mengelola perjudian. Mereka hanya menyediakan tempat dan menerima sewa dari operator judi yang adalah etnis Tionghoa sekaligus menjamin keamanan berlangsungnya perjudian.

Artinya, tidak akan diganggu oleh siapa pun, aparat, apalagi organisasi massa.

Untuk menjamin keamanan di lapangan, setiap bos mempekerjakan "tenaga keamanan" dalam jumlah yang cukup besar.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved