Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesawat Tempur Terjatuh

Inilah Firasat Terakhir Keluarga Korban Pesawat Jatuh

Dalam mimpinya, Oki - panggilan akrabnya - berbincang dengan sang ibu. Ibunya berkata 'kalau sudah ditinggal harus siap'

VOA Indonesia
Pesawat Super Tucano buatan Embraer, Brazil (foto: Rob Schleiffert/Wikipedia). 

TRIBUNJATENG.COM -- Setelah ibunya meninggal dunia, Farizki Jati Ananto (21) mengingat mimpinya tiga hari sebelum sang ibu, Erma Wahyuningtyas meninggal.

Dalam mimpinya, Oki - panggilan akrabnya - berbincang dengan sang ibu. Ibunya berkata 'kalau sudah ditinggal harus siap'. Perkataan ibunya melalui mimpi itu ia ingat secara jelas.

Namun karena itu hanya mimpi, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak terlalu memikirkannya.

Sampai akhirnya datanglah musibah itu. Ibu tercintanya meninggal dunia dalam jatuhnya pesawat tempur taktis Super Tucano TT-3108, Rabu (10/2/2016).

Pesawat yang sedang melakukan uji terbang setelah pemeliharaan itu menimpa rumahnya.

Ketika itu Erma sedang mencuci baju di bagian belakang rumah yang berada di Jalan Laksda Adi Sucipto Gang XII No 4 Kecamatan Blimbing itu.

"Saya kemudian ingat mimpi tiga hari lalu. Dalam mimpi, saya berbincang sama ibu dan beliau bilang 'kalau sudah ditinggal harus siap'," ujarnya ketika ditemui Surya di rumah tetangganya, Kamis (11/2). Tiga hari setelah mimpi tersebut, Erma pun meninggalkan Oki dan suaminya, Mujianto untuk selama-lamanya.

Oki menganggap hal ini sebagai musibah. Karenanya anak tunggal Muji dan Erma itu menerima peristiwa tersebut. Saat ditanya bagaiamana sosok ibundanya, Oki menyebut ibunya adalah sosol yang ceria, pekerja keras, tangguh juga supel.

Erma merupakan ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sampingan merias pengantin. Ia bekerjasama dengan dua salon di Kota Malang.

"Ibu tidak suka terlalu tergantung pada orang lain. Beliau juga supel dan bersosialisasi erat dengan tetangga sini," imbuhnya.

Ibunya juga tidak lupa berjamaah salat lima waktu di musala samping rumahnya. Musala itu berdiri dempet dengan tembok rumahnya. Selama tidak keluar kota, ibunya selalu mengikuti shalat berjamaah di musala itu.

Terkait ibadah, ada satu ibadah di Islam yang ingin dikerjakan Erma bersama Oki yakni naik haji. Karenanya, Erma kerap berpesan kepada Oki untuk segera menyelesaikan kuliahnya agar bisa segera mendapatkan gelar dokter. Sebab setelah Oki menjadi dokter, Erma akan mengajaknya berhaji bersama.

"Ibu ngajak haji bareng kalau saya sudah jadi dokter. Sekarang tidak keturutan. Nanti saya akan mewujudkan keinginan ibu, saya tetap akan berhaji meskipun tanpa ibu," tegasnya. (Surya/uni)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved