Heboh Gafatar
Anak-anak Eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan Mulai Terserang Penyakit
Menurutnya, gatal yang diderita anaknya disertai dengan bintik merah di kulit. Bahkan kondisinya semakin memburuk beberapa hari terakhir.
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Lebih dari dua pekan, eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menetap di penampungan sementara di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Bukan hanya kalangan orang dewasa, di penampungan sementara itu juga ditemui banyak bocah yang merupakan anak eks Gafatar.Cuaca buruk yang melanda selama sepekan terakhir, berpengaruh pada kesehatan mereka. Banyak dari mereka yang sudah mulai terserang penyakit.
Satu di antaranya adalah Mohammad Iriyanto. Ia mengeluhkan putrinya yang terserang gatal.
Menurutnya, gatal yang diderita anaknya disertai dengan bintik merah di kulit. Bahkan kondisinya semakin memburuk beberapa hari terakhir.
"Saya mulai lihat dua hari terakhir mulai parah. Hampir rata-rata anak-anak di gedung ini terserang gatal-gatal. Mungkin campak," kata dia, Sabtu (13/2).
Gatal gatal disertai demam pada anak membuat banyak orangtua merasa khawatir. dokter di Poliklinik Asrama Haji, Atin mengatakan, gatal yang diderita anak-anak eks Gafatar bisa disebabkan berbagai faktor.
"Itu mungkin virus, bisa karena cuaca, kurang istirahat dan jajanan yang dikonsumsi anak-anak," ucap Atin.
Sehari sebelumnya, Jumat (12/2), delapan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali melakukan monitoring soal kegiatan dan pelayanan terhadap eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan. Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi IV Ribut Budi Santoso.
Monitoring pelayanan yang dilakukan rombongan anggota dewan tersebut adalah soal pelayanan kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat eks Gafatar selama masih ditampung di Asrama Haji Boyolali. Hasilnya, kata Ribut, pemerintah telah melakuan pelayanan dengan baik pada eks Gafatar yang masih ditampung di Asrama Haji Donohudan.
"Baik kebutuhan pangan maupun pelayanan kesehatan sudah dilayani dengan baik oleh Pemerintah," kata Ribut Budi Santoso.
Menurut dia, monitoring kepada eks Gafatar itu bertujuan untuk mengetahui apa yang diperlukan dan dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Misalnya jika ada anak-anak dan ibu-ibu yang membutuhkan tindakan jika terjadi sesuatu.
Namun, berdasarkan hasil monitoring, masyarakat eks Gafatar yang masih dalam penampungan secara umum tidak ada keluhan. Meski demikian, dia meminta pemerintah pusat segera melakukan penanganan lebih serius eks Gafatar sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.
"Negara melalui pemerintah provinsi terkait memulangkan mereka ke daerah masing-masing sesuai dengan identitas kartu tanda penduduk (KTP) mereka," katanya. (kompas.com/ant)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ratusan-eks-gafatar-di-donohudan-menolak-dipulangkan-ke-daerah-asal_20160205_234058.jpg)