Ini Kegiatan hari Pertama Hendi, Gelar Slub-Sluban Hingga Sidak ke Tlogosari
Kamis pon (18/2/2016) menjadi hari pertama masuk kerja bagi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu
Penulis: galih permadi | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENg.COM, SEMARANG - Kamis pon (18/2/2016) menjadi hari pertama masuk kerja bagi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu. Sebelum mengawali kegiatan, Hendi menggelar syukuran slub-sluban di ruang kerjanya.
Hendi mengatakan sebagai orang Jawa yang tinggal di Jawa menempati sebuah tempat yang baru harus didahului dengan tasyakuran dan doa. Tujuannya, agar mendapat ridha dari sang Illahi.
"Manggoni sebuah tempat baru saya lakukan syukuran dan doa bersama supaya tempat itu berkah bagi yang menempati," ujarnya.
Potong tumpeng sebagai simbol dalam tradisi slub-sluban tersebut. Kata tumpeng merupakan akronim dalam bahasa Jawa: yen metu kudu sing mempeng atau bila keluar harus dengan sungguh-sungguh.
Tradisi tumpengan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Tradisi slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar doa atau pengajian.
"Tadi syukuran kecil-kecilan. Ada tumpengan lalu mengajak teman dan staf berdoa bersama. Sebagai start awal. Semua dimulai niatan baik aktivitas positif, berdoa, bersyukur, mudah-mudahan ada ridha dari Allah supaya memimpin lima tahun ke depan dengan baik," kata Hendi.
Usai menggelar slub-sluban, Hendi-Ita menggelar rakor dengan SKPD, camat, dan lurah di Ruang Lokakrida lantai 8 Gedung Moch Ichsan Setda Kota Semarang.
Dalam rakor tersebut Hendi menyampaikan komitmen Hendi-Ita ingin membawa gerbong pemerintahan yang selalu dekat dengan masyarakat.
"Kami ingin pemerintah melayani masyarakat dengan cepat, tanggap persoalan-persoalan , memberikan solusi persoalan masyarakat dan melayani ketentuan yang ada," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pungli lagi terutama kepada SKPD yang meghasilkan PAD serta yang berhubungan langsung dengan warga masyarakat.
"Ingat kita pelayan masyarakat, maka layani masyarakat tanpa pamrih imbalan jasa terutama kawan-kawan yang bekerja di Kecamatan dan Kelurahan. Tidak ada pikiran harus ada fee untuk wali kota dan wakil wali kota. Kalau saya dan Mbak Ita sudah clean, dibawah saya harapkan sama. Kalau masih ada pugli resiko ditanggung sendiri, sudah kami ingatkan di depan," ujarnya.
Sementara itu, Ita menyampaikan kepala SKPD harus sering menjalin komunikasi dengan Walikota dan Wakil Walikota menggunakan email. "Karena dengan email tidak ada batasan ruang dan waktu dimanapun dan kapanpun bisa berkomunikasi," ujarnya.
Hevearita berjanji lama kelamaan akan mengubah Balikota baik dari sisi kebersihannya, keamananannya, maupun pelayanan dengan para tamu/ warga.
"Seperti kamar madi tidak harus bagus dan besar namun terjaga kebersihannya. Karena kamar mandi cerminan dari pemiliknya sendiri," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendi_20160218_203454.jpg)