Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sekolah sekolah se-Jateng Adu Keren Menari dan Nembang Jawa di Universitas PGRI Semarang

Perlombaan yang digelar d iantaranya adalah nembang macapat, mendongeng berbahasa Jawa, hingga tari kreasi Jawa.

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Peserta dari SMAN 13 Semarang menampilkan tari batik dalam lomba tari kreasi Jawa dalam rangka memperingati hari bahasa ibi di Balairung Universitas PGRI Semarang 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memperingati hari bahasa Ibu yang akan jatuh pada tanggal 21 Februari nanti, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan berbagai perlombaan yang bermuara pada pelestarian bahasa Jawa di Balairnung kampus Sidodadi, Semarang, Sabtu (20/2/2016).

Perlombaan yang digelar d iantaranya adalah nembang macapat, mendongeng berbahasa Jawa, hingga tari kreasi Jawa.

Sebanyak 127 tim SMA sederajat dari seluruh Jateng ikut serta dalam perlombaan itu. Dalam pembukaan memang tampak rombongan dari Surakarta, Salatiga, Kudus, Pekalongan dan berbagai kota lainnya.

Rektor Universitas PGRI, Dr Muhdi SH Mhum menjelaskan pihaknya merasa berkewajiban untuk ikut melestarikan bahasa Ibu karena memang selain tertera dalam undang-undang mereka juga menyadari akan begitu pentingnya bahasa ibu dan bahasa daerah.

"Bahasa Ibu atau bahasa daerah yang di Jateng dikenal dengan bahasa Jawa berdasar penelitian mewakili karakter dan budaya seseorang, hal ini juga mempengaruhi ciri dan karakter setiap individu, kami ingin dengan perlombaan ini bisa membangkitkan kembali semangat pemuda untuk menggunakan bahasa daerah yang sangat erat kaitannya dengan budaya," beber Muhdi.

Ia menurutnya saat ini bahasa daerah mulai tergerus eksistensinya karena pemuda menganggap bahwa menggunakannya tidak keren. Dalam datanya, ada lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia yang terancam karena anggapan tersebut. Oleh karena itu Unesco sejak tahun 1999 menetapkan tanggal 21 sebagai hari bahasa Ibu Internasional.

"Harapannya tentu dengan perlombaan ini pemuda kita bisa merubah mindset bahwa bahasa ibu, dalam hal ini bahasa Jawa itu keren, bagus sehingga layak untuk digunakan, atau bahkan ditampilkan dalam sebuah pentas seperti lomba-lomba ini," terangnya lebih lanjut.

Muhdi menambahkan, peringatan hari bahasa ibu sendiri akan dilakukan dalam beberapa hari, pada tanggal 23 nanti ia juga berencana mengundang Gubernur Jateng, Yogyakarta, dan Jatim dalam dialog menyoal bahasa daerah tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved