Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Demi Bantu Korban Tanah Longsor, Bupati Tegal Enthus Siap Tidak Terima Gaji pada Maret Ini

Tapi nanti uangnya saya titipkan ke kepala desanya..

Tayang:
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: a prianggoro
tribunjateng/fajar eko nugroho
Bupati Tegal Enthus Susmono 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Bupati Tegal Enthus Susmono menyebut, akan memberikan bantuan kepada korban longsor yang terjadi di sejumlah rumah yang berada di Desa Dermasuci.

Bahkan, bupati yang juga dalang nyentrik ini berencana akan memberikan gaji sebagai Bupati untuk membantu rehabilitasi kepada rumah-rumah korban yang roboh.

"Aku janji gaji bulan Maret nati akan saya serahkan untuk korban tanah longsor di desa ini (Dermasuci). Tapi nanti uangnya saya titipkan ke kepala desanya," ujar Enthus Susmono saat meninjau langsung kondisi rumah roboh akibat longsor di Desa Dermasuci.

Kendati demikian, Bupati yang biasa akrab disapa Ki Enthus Susmono ini tidak menyebutkan berapa jumlah gaji yang akan diberikan kepada korban tanah longsor di Desa Dermasuci.

"Ya ngesuk (Besok) kalau sudah harinya saya langsung titipkan ke Kepala Desa Dermasuci," imbuhnya.

Menurut dia, bantuan itu semata-mata untuk memberikan semangat kepada keluarga korban. Enthus juga tidak ingin korban merasa sedih karena rumahnya telah roboh.

"Ya nanti dari PMI dan BPBD akan memberikan bantuan juga, sabar dulu," kata dia.

Enthus mengungkapkan, rencana untuk merelokasi warga Desa Dermasuci, biayanya cukup besar. Dia mengaku tidak sanggup membiayai relokasi tersebut.

Namun demikian, pihaknya akan mencarikan dana dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk menangani bencana tersebut.

"Sik nanti akan kami rapatkan kembali dengan SKPD terkait," timpalnya.

Di sisi lain, kata Enthus, pihak Pemda sudah menyediakan rumah hunian sementara (huntara) bagi keluarga korban yang rumahnya roboh.

Namun lokasi huntara di sekitar desa setempat dan tidak rawan longsor. Jumlah huntara sebanyak 12 rumah. Sejauh ini, sudah ada 8 kepala keluarga yang menempati rumah tersebut.

"Dulu memang tidak ada yang mau menghuni di rumah itu, tapi sekarang sudah banyak," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved