Siti Tak Pernah Lewatkan Lihat Barongsai di Kelenteng Hok Tek Bio
Tiap grup kami minta untuk menyuguhkan atraksi barongsai maupun liong. Tiap grup terdiri atas 40 hingga 50 orang.
Penulis: deni setiawan | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Siti Khotijah (50), warga Cebongan, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, mengaku selalu rutin tiap tahun menyaksikan atraksi barongsai di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Tek Bio, Jalan Letjend Sukowati Nomor 13, Kota Salatiga. Tahun ini, tepat pada puncak perayaan Capgomeh, pengurus yayasan menggelar festival barongsai dan pembagian angpau di halaman klenteng tersebut.
"Meskipun di area yang terbatas, kegiatan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi kami. Saya bisa ajak keluarga ke sini untuk menyaksikan lebih dekat atraksi barongsai maupun liong yang disuguhkan tiap grup. Semoga tahun-tahun mendatang bisa lebih ramai lagi dan syukur-syukur areanya diperluas sehingga semakin nyaman bagi kami pengunjung yang hendak melihat," ujar Siti kepada Tribun Jateng, Senin (22/2/2016).
Kegiatan yang dimulai sekitar 13.30 itu tak menampik apabila mampu menyedot perhatian masyarakat, bukan hanya warga Tionghoa yang merayakan Capgomeh, melainkan pula masyarakat umum yang sekadar menyaksikan atraksi. Tahun ini, tiga grup mengikuti festival itu, yakni Dharma Asih dan Hoo Hap Hwee, keduanya dari Kota Semarang, serta Naga Hitam dari Salatiga.
Atraksi barongsai di Salatiga. youtube (tribunjateng.com)
"Tiap grup kami minta untuk menyuguhkan atraksi barongsai maupun liong. Tiap grup terdiri atas 40 hingga 50 orang. Mereka memperebutkan angpau yang kami sediakan yang totalnya mencapai Rp 10 juta," ujar Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh Salatiga, Herry Yohan.
Dia menyampaikan, atraksi yang disuguhkan tersebut merupakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan yayasan di Tahun Baru Imlek dan titik puncaknya yakni melalui perayaan Capgomeh atau sekaligus titik penutupan perayaan Imlek 2567. Sebelumnya, beberapa kegiatan yang telah dilakukan di TITD Hok Tek Bio Salatiga, antara lain bakti bersih dan ritual mengantar dewa-dewi ke pasamuan agung.
"Dalam bakti bersih yang diikuti puluhan umat Tri Dharma itu, mereka membersihkan tembok, melepas atribut dari dewa-dewi yang ada di klenteng. Setelah dibersihkan, umat menghias tempat ibadah. Di malam tahun baru Imlek, seluruh umat berkumpul untuk beribadah atau berdoa. Seminggu setelahnya kami menggelar sembahyang Keng Thi Kong di sini," jelasnya. (dse/sof)
Selengkapnya baca Tribun Jateng edisi cetak Selasa (23/2/2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cap-go-meh-kelenteng-hok-tek-bio-salatiga-tampilkan-barongsai-dan-bagi-bagi-angpao_20160222_175822.jpg)