Kisruh PSSI

Draf Pencabutan Pembekuan PSSI Selesai Dibuat

Tim pengkaji pencabutan SK Pembekuan PSSI yang terdiri dari Biro Hukum dan Staf Khusus Kemenpora telah menyelesaikan draf syarat pencabutan.

KEMENPORA
Menpora Imam Nahrawi dan Agum Gumelar (kiri) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tim pengkaji pencabutan SK Pembekuan PSSI yang terdiri dari Biro Hukum dan Staf Khusus Kemenpora telah menyelesaikan draf syarat pencabutan.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto mengatakan ada beberapa persyaratan yang dibuat untuk mencabut SK Pembekuan PSSI.

Syarat-syarat tersebut meliputi koordinasi PSSI dengan pemerintah sampai permintaan Kemenpora kepada PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

"Pukul 05.00 pagi tadi kami sudah sampaikan kepada Pak Menteri. Tinggal dikoreksi lagi," kata Gatot kepada awak media di Kantor Kemenpora, Senayan, kemarin.

Gatot mengaku sebelumnya ada 12 persyaratan yang dibuat oleh tim pengkaji tersebut. Akan tetapi, 12 syarat itu kemudian mendapat koreksi dari Menpora Imam Nahrawi menjadi hanya kurang dari lima syarat.

Apabila setelah revisi sudah tidak ada kendala dan disetujui Menpora, kajian tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk diberikan keputusan selanjutnya.

Luruskan Agum

Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit meluruskan pernyataan Ketua Tim Adhoc PSSI Agum Gumelar yang menyatakan pembekuan PSSI segera akan dicabut.

Yang benar adalah Presiden memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga untuk mengkaji rencana pencabutan pembekuan tersebut, dan hasil kajian akan diserahkan kepada Presiden dalam satu-dua hari setelah pertemuan.

"Presiden Joko Widodo perintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk melakukan pengkajian pencabutan pembekuan PSSI. Hal ini disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi, serta Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar di Istana Merdeka, Rabu sore, 24 Februari 2016," tulis Sukardi dalam pernyataan resminya yang dikirimkan ke berbagai media kemarin.

Pernyataan Sukardi dibenarkan oleh juru bicara Kemenpora Gatot Dewabroto. "Janganlah memelintir hasil pertemuan dengan Presiden. Kami masih mengkaji 7 opsi dan akan menyampaikannya kepada Presiden. Semuanya bersyarat dan bertahap. Kami harap semua bersabar. Reformasi sepakbola ini memerlukan kesabaran agar berhasil," ujarnya.

Gatot menegaskan bahwa muara dari semua reformasi ini adalah good governance dan prestasi internasional. "Bapak Presiden sudah menekankan bahwa prestasi menjadi bagian yang tak terpisahkan," kata Gatot.(ear/Cnn/tribunnews)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved