Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Yaik Semarang Terbakar

Lokasi Kebakaran Bikin Penasaran Pengunjung, Pedagang pun Mendulang Untung

Tidak sedikit pengunjung yang menyaksikan lokasi kebakaran mampir ke kiosnya untuk menawar barang dagangannya. Kebanyakan, mereka membeli eceran.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rustam aji
tribun jateng/khairul muzaki
Pegawai toko membersihkan sisa kebakaran di Pasar Yaik Semarang. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peristiwa kebakaran di Blok M dan L Pasar Yaik Semarang Sabtu (27/2/2016) malam, menyedot animo masyarakat untuk menyaksikan langsung bekas kios yang terbakar tersebut.

Minggu (28/2/2016) pagi, gang menuju kios yang terbakar terlihat ramai pengunjung, baik oleh pengunjung pasar atau orang yang khusus datang untuk menonton bekas lokasi kebakaran. Keramaian itu rupanya membawa berkah tersendiri bagi beberapa pedagang yang posisi kiosnya berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Asroni, pedagang grosir tas yang kiosnya berhadapan langsung dengan kios yang terbakar di Blok L Pasar Yaik mengaku omset penjualan hari ini lebih tinggi ketimbang hari biasanya.

Tidak sedikit pengunjung yang menyaksikan lokasi kebakaran mampir ke kiosnya untuk menawar barang dagangannya. Kebanyakan, mereka membeli eceran.

"Alhamdulillah hari ini banyak yang membeli. Banyak warga yang menonton lokasi kebakaran kemudian melihat barang-barang di kios-kios yang berdekatan," katanya.

Asroni adalah salah satu pedagang yang semalam tidak ikut mengevakuasi barang dagangannya saat terjadi kebakaran. Padahal, kiosnya berhadapan persis dengan los kios yang terbakar di Blok L.

Ada pertimbangan tersendiri bagi Asroni mengapa ia tetap mempertahankan dagangannya di dalam kios.

Posisi kios yang berhadapan dengan kios yang terbakar membuatnya hanya bisa pasrah dan berharap api tidak merembet ke kiosnya.

"Saya hanya menunggui saja. Karena kalau dievakuasi barangnya malah lebih berbahaya, bukan hanya barang yang kena tapi nyawa saya juga ikut terancam, karena terlalu dekat,"katanya.

Di sisi lain, Asroni khawatir, proses evakuasi barang dagangannya akan dibarengi dengan aksi penjarahan oleh oknum tak bertanggung jawab. Ini berdasarkan pengalamannya melihat proses evakuasi barang pada peristiwa kebakaran sebelum-sebelumnya.

"Pura-puranya membantu, padahal ikut menjarah. Ya tidak semua begitu, tapi saya khawatir, makanya saya pasrah saja, alhamdulillah tidak ikut terbakar,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved