Es Kacang Durian ala Singapura Lumeran Daging Duriannya Bagaikan Lava Gunung Merapi

Di atasnya lumeran daging durian bagaikan lava gunung merapi. Minuman penutup atau dessert ini adalah favorit masyarakat lokal dan turis

Es Kacang Durian ala Singapura Lumeran Daging Duriannya Bagaikan Lava Gunung Merapi
KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN
Es Kacang Durian di Singapura. 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA - Penampilannya menggoda tenggorokan. Apalagi di tengah panasnya udara Singapura di siang hari. Warna warni sirup, hijau, dan cokelat di gunungan es serut.

Di atasnya lumeran daging durian bagaikan lava gunung merapi. Minuman penutup atau dessert ini adalah favorit masyarakat lokal dan turis yang sedang jalan-jalan.

"Karena udara Singapura di siang hari kan panas makanya es serut seperti ini jadi banyak penggemarnya," ujar Ganavati, warga Singapura keturunan India.

KompasTravel banyak menemui kios dan restoran yang khusus menyajikan dessert atau makan penutup di Singapura.

Kebanyakan adalah berbentuk es serut atau es sup. Isinya berbagai macam agar-agar, kolang kaling, cendol, tak lupa berbagai macam buah.

Es Kacang Durian di China Town Street Food atau pusat jajanan China Town, Singapura, aroma duriannya langsung terasa saat disajikan. Di bawah gunung es serutnya terdapat kolang kaling, cingcau hitam, agar-agar, dan jagung manis. Tak ketinggalan kacang merahnya yang mirip dengan es mamat kacang merah di Palembang.

Rasa kacang merahnya terasa merajai lidah saat diseruput bercampur dengan aroma daging Durian yang kental. Terkadang ada rasa jagung manis.

Kadang cingcau hitamnya yang tak sengaja tergigit. Pas sekali disantap di siang dan sore hari. Apalagi selepas lelah jalan-jalan di Singapura.

Harga satu mangkuk Es Kacang Durian ini kisaran 4-5 dollar Singapura. Lebih mahal dari es lainnya yang dikisaran 2-3 dollar Singapura. Porsinya lumayan banyak jadi tidak ada salahnya makan bersama-sama teman seperjalanan.

Selamat jalan-jalan dan jangan lupa mencicipi es kacang durian yang segar dan menggoda.(*)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved