Industri Garmen di Demak Kekurangan Tenaga Jahit, Terancam Gulung Tikar

Dinsosnakertrans Kabupaten Demak, Jawa Tengah mencatat puluhan industri garmen di wilayahnya kekurangan ribuan tenaga kerja untuk bidang menjahit

Industri Garmen di Demak Kekurangan Tenaga Jahit, Terancam Gulung Tikar
tribunnews
Ilustrasi penjahit 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Demak, Jawa Tengah mencatat puluhan industri garmen di wilayahnya kekurangan ribuan tenaga kerja untuk bidang menjahit.

Jika permasalahan ini tak kunjung terselesaikan, Dinsosnakertrans Kabupaten Demak memprediksi industri garmen di wilayah Kota Wali ini terancam gulung tikar.

Kepala Seksi Penempatan Penyaluran Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Demak, Sukarli, menjelaskan, hasil penelusuran pihaknya selama ini di setiap Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan Kerja menyebutkan jika tenaga kerja di bidang menjahit sepi akan peminat.

Sebagai catatan, ada 58 Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan Kerja di Demak.

Padahal, menurut Sukarli, dari total 281 perusahaan baik skala besar hingga kecil di wilayah Kabupaten Demak, puluhan diantaranya yang merupakan industri garmen membutuhkan sebanyak 8 ribu tenaga kerja untuk bidang menjahit.

Akibat kondisi ini, sambung Sukarli, muncul permasalahan baru diantaranya beberapa industri garmen baik skala besar hingga kecil omsetnya mulai merosot.

"Ada enam industri garmen skala besar di Demak yang selama ini mengekspor keluar negeri dan puluhan industri garmen skala kecil. Mereka kekurangan tenaga jahit. Padahal selama ini tenaga jahit di demak sepi peminat," ungkap Sukarli kepada Tribun Jateng, di Demak, Rabu (2/3/2016).

"Omset industri garmen berkurang. Mereka sering mendapat klaim karena tak bisa memenuhi permintaan konsumen. Dan kami khawatir jika kondisi ini berlarut, industri garmen akan gulung tikar, " imbuh Sukarli.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Demak, Bambang Saptoro, menuturkan, Dinsosnakertrans terus berupaya menggenjot untuk meningkatkan minat masyarakat di bidang ketrampilan menjahit melalui sosialisasi. Pihaknya beserta perusahaan garmen bahkan telah menyediakan pelatihan gratis untuk menjahit.

"Selain di lingkungan masyarakat, kami juga telah bertahap mensosialisasikan kepada sekolahan-sekolahan untuk menarik minat menjahit. Kami harap masyarakat mulai bergairah menggeluti bidang menjahit karena ketrampilan mereka sangat dibutuhkan di industri garmen di Demak, " kata Bambang. (*)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved