Percepatan Infrastruktur Belum Kami Rasakan
Di AJBS Semarang, kontribusi penjualan terbesar masih dipegang oleh produk keramik granit sebesar 40 persen.
Penulis: hermawan Endra | Editor: rustam aji
Laporan Reporter Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya pemerintah menggenjot infrastruktur dan mempercepat penyerapan anggaran nampaknya belum begitu berpengaruh terhadap penjualan bahan bangunan.
Head of AJBS Semarang, Faris Ardhiansyah (30) mengungkapkan, kondisi pasar furniture dan material bangunan di awal 2016 ini relatif stabil. Pihaknya masih belum merasakan adanya peningkatan permintaan dari upaya pemerintah mempercepat sektor pembangunan infrastruktur.
"Pada 2015 kemarin penjualan kami naik 15 persen. Tapi di tahun ini, sampai dengan Maret penjualan relatif masih sama, proyek infrasturktur pemerintah masih belum dirasakan," ujarnya disela-sela acara Undian Beruntun AJBS 2016, Sabtu (5/3) sore.
Di AJBS Semarang, kontribusi penjualan terbesar masih dipegang oleh produk keramik granit sebesar 40 persen. Disusul cat dan saniter masing-masing 20 persen, serta sisanya produk lain seperti bulding material, elektrikal, hingga door and window.
Faris menambahkan, sejak awal 2016 sampai dengan saat ini harga bahan bangunan relatif stabil. Dari 30 vendor yang mengisi kios AJBS belum menaikan harga jual produknya. "Semua harga bahan bangunan seperti cat, keramik, semen masih sama. Kelihatannya juga tidak ada kenaikan dalam waktu dekat," imbuhnya.
Terkoreksinya harga bahan bangunan terakhir kali terjadi pada saat pelemahan rupiah terhadap dollar, akhir 2015 lalu. Waktu itu, hampir semua furniture dan bahan bangunan mengalami kenaikan 10-15 persen karean sebagian besar barasal dari impor.
"Sepertinya vendor kalau mau menaikan harga cukup susah karena melihat kondisi pasar belum memungkinkan untuk dinaikan. Menurut saya, kenaikan harga akan terjadi menunggu perbaikan ekonomi," imbuhnya.
Sejauh ini, penjualan di AJBS 65 persennya merupakan pembeli rumah tangga. Sisanya adalah dari instansi pemerintah atau swasta "Itu kenapa penjualan kami tidak turun di 2015 kemarin, karena pembeli kami kebanyakan pengguna langsung atau rumah tangga yang bahan bangun ada kebutuhan," imbuhnya.
Dia memprediksi peningkatan penjualan di 2016 akan terjado pada sementer II, seiring dengan upaya pemerintah percepatan pembangunan infrastukrtur dan masuknya masa peak sesioan bahan bangunan, yakni hari raya idul fitri dan akhir tahun.
Untuk semakin meningkatkan penjualan, tahun 2016 ini AJBS berencana menambah varian di produk furniture seperti meja makan, kursi, ranjang, dan lain sebagainya. Upaya itu dilakukan sekaligus untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap AJBS .
"Biasanya kami hanya dikenal menjual bahan bangunan. Tapi di tahun 2016 ini kami akan menambah varian produk furniture agar orang tidak hanya mengenal kami sebapai penjual bahan bangunan saja. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau satu set meja makan dengan empat kursi mulai Rp2,5 juta, satu set tempat tidur mulai Rp3 jutaan," imbuhnya.
Selain memperbanyak varian produk furniture, untuk meningkatkan penjualan pihaknya juga menghadirkan "Undian Beruntun AJBS 2016". Program tersebut diundi setiap bulan, dengan total hadiah 36 motor, puluhan elektronik, dan vocer belanja. Untuk bisa mengikuti program tersebut caranya cukup mudah, hanya berbelanja mininal Rp500 ribu di AJBS berlaku kelipatan maka konsumen otomatis akan diikutkan dalam undian bulanan.
"Bahkan ada juga beberapa vendor yang memberikan doble kupon untuk pembelian Rp500 ribu, seperti granit Roman, cat Nodrop, Dana Panin dan masih banyak lagi. Pengundian akan dilakukan pada minggu pertama awal bulan, dan memperebutkan tiga sepeda motor, berbagai elektronik, dan sepuluh vocer belanja," ujarnya. (*)