Tim Elang Polrestabes Semarang
Sebut Motor Pinjam Ibunya, Para Pebalap Liar di Kota Semarang Ini Dihukum Push Up
Sekali gertakan polisi membuat remaja ini mengaku.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Anggota gabungan Polsek Semarang Tengah pun membubarkan dan menangkapi pebalap liar di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (13/03/2016).
Sementara aparat gabungan yang tergabung Tim Elang melakukan pencegatan di Jalan Piere Tandean.
Di lokasi ini, tim elang mengamankan lima orang remaja yang melarikan diri dari sergapan anggota Polsek Semarang Tengah.
Lima remaja yang masih berstatus pelajar SMA dan SMP itu pun dikepung. Mereka tak bisa lari kemana-mana.
Saat ditanya, mereka beralasan sedang menunggu rekannya yang melarikan diri dari polisi.
"Saya cuma nunggu teman pak," kata remaja berbadan bongsor tersebut.
Jawaban saat diminta menunjukkan surat surat kendaraannya pun membuat polisi kesal.
"Ini motor ibu saya, STNK-nya dibawa teman saya yang pergi," katanya.
Sekali gertakan polisi membuat remaja ini mengaku.
"Iya pak, saya tidak bawa STNK, tidak dikasih sama ibu," katanya.
Kesal dengan jawaban para remaja ini yang berbelit belit, polisi pun menghukum kelimanya.
Mereka dihukum push up di pinggir Jalan Piere Tandean.
Remaja berbadan tambun yang menjawab berbelit belit saat ditanya polisi mendapat hukuman tambahan.
Dia push up sembari menggendong rekannya yang kecil.
Rekannya yang berbadan kecil dan berstatus pelajar SMP itu naik di punggung sembari push up.
"Ayo naik, seperti naik kuda," kata polisi. (*)