Gemati Jateng Inisiasi Perokok Salatiga Yang Beretika

Gemati Jateng Inisiasi Perokok Salatiga Yang Beretika

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat Tembakau Indonesia (Sekjend) Gemati Jawa Tengah Syukur Fahrudin menyampaikan jika pihaknya bersama Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) akan terus mengawal beberapa daerah yang hendak maupun telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Tidak terkecuali di Kota Salatiga yang menurut Ketua Umum AMTI Budidoyo telah kecolongan atas perda tersebut. Sebab setidaknya ada tiga poin di isi perda yang dinilai telah melampaui aturan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012. Dari temuan hasil penjabaran perda tersebut, pihaknya kemudian menggelar diskusi terbuka.

"Kami tadi malam, Minggu (13/3/2016) menggelar diskusi tentang Mengupas Tuntas Pertembakauan di Indonesia, di Halaman Kantor DPRD Kota Salatiga. Diskusi itu dihadiri Ketua DPRD Teddy Sulistio, Ketua Rapperda DPRD Supriyadi, Kepala Disdikpora Niken Lidiastuti, dan Kapolsek Sidomukti Kompol Christian Aer," jelas Syukur kepada Tribun Jateng, Senin (14/3/2016).

Dalam diskusi itu, lanjutnya, Gemati Jateng menginisiasi untuk menjadikan para perokok yang ramah dan beretika di Kota Salatiga. Hal tersebut pun diklaim disepakati dan dukung pihak-pihak tak terkecuali yang hadir dalam sarasehan. Inisiasi itu pun kemudian diluncurkan semboyan Smart Smoke Salatiga. Yang intinya merokok adalah pilihan dan hak bagi orang dewasa. Sehingga perlu pula dihormati oleh siapapun.

"Kami sebagai masyarakat perokok pun juga menghormati mereka yang tidak merokok. Melalui prinsip 3S tersebut, akan ajak para perokok di Salatiga menjadi perokok yang cerdas, yang punya etika dalam menikmati rokok. Dan yang dibatasi dalam hal itu yakni pertimbangan paparan asap terhadap oranglain. Jadi, tidak semata-mata pada aspek kesehatan," ungkapnya.

Humas AMTI Hananto mencontohkan yang dimaksudkan perokok cerdas dan beretika itu yakni secara sadar tidak merokok saat berdekatan dengan anak kecil, tidak sedang berada di sekolah, puskesmas, serta rumah sakit. Hal lain misalnya pula tidak merokok saat berdekatan dengan ibu hamil, di saat kegiatan formal, hingga bertamu di rumah yang penghuninya tidak merokok. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved