Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Waspadalah, 72 Persen Perilaku Remaja Dipengaruhi Teman Sebaya

Waspadalah, 72 Persen Perilaku Remaja Dipengaruhi Teman Sebaya

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
net
ilustrasi Generasi Berencana 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Hasil survei yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dan diterima Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Semarang, cukup mengejutkan. BKKBN merilis berkait pengaruh atau yang mempengaruhi tindak perilaku anak remaja di empat lingkungannya.

"Hasil survei menyebutkan sebanyak sekitar 72 persen perilaku anak remaja ternyata dipengaruhi oleh teman sebayanya. Jadi, perilaku anak tersebut akan buruk atau baik, tergantung pada pengaruh yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan oleh teman sebayanya," kata Kepala BKPP Kabupaten Semarang Romlah kepada Tribun Jateng, Senin (21/3/2016).

Dia mencontohkan, ketika anak remaja itu memperoleh masalah dalam kehidupannya, yang pertama kali dan mayoritas dilakukan remaja yakni berkeluh kesah atau mencurahkan hatinya (curhat) kepada teman sebayanya. Sehingga ketika usulan temannya baik, perilaku remaja bersangkutan bisa positif, tetapi apabila dipengaruhi hal buruk, perilakunya akan condong ke arah negatif.

"Atas dasar itu, kami berinisiatif dan dilakukan pada hari ini dengan mengundang perwakilan remaja dari 19 kecamatan untuk memperoleh sosialisasi, pembekalan, serta pemahaman. Tujuannya yakni menjadikan mereka sebagai konselor positif bagi teman sebayanya. Tanpa disadari, ketika mereka memperoleh curhatan dari rekannya, sebenarnya sudah menjadi konselor," ucapnya.

Menurutnya, dari langkah yang coba diterapkan dan akan terus dilakukan secara bertahap oleh pihaknya itu, setidaknya dapat meminimalisir tindakan negatif yang hendak dilakukan anak remaja saat ini. Terlebih guna meminimalisir usia pernikahan dini yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data, dari sekitar rata-rata 8.000 pernikahan per tahun di Kabupaten Semarang, sekitar 600 adalah usia pernikahan dini yang terjadi dan terdata oleh Pengadilan Agama.

"Kenapa pilihan mereka ke teman sebaya? Dari data menyebutkan apabila psikologis remaja saat ini cenderung tertutup dengan orangtuanya. Bisa jadi dikarenakan anak tersebut malu, atau memang orangtuanya tidak membangun komunikasi terbuka kepada anaknya. Itu yang menjadi alasan. Karena itu, kami coba ajak para remaja untuk bisa berperan terhadap rekan sebayanya sebagai konselor," harapannya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei BKKBN Pusat tersebut, ketiga sasaran yang disurvei terhadap pola perilaku anak remaja khususnya di Kabupaten Semarang adalah orangtua, pemuka agama, dan sekolah. Hasilnya, masing-masing sekitar 30 persen pengaruh dari orangtua dan sekolah, dan 12 persen pengaruh dari pemuka agama atau lingkungan sosial masyarakatnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved