Helikopter TNI AD Jatuh
Inilah Firasat Terakhir Ayahanda Kapten Cpn Agung
Ayah Kapten Agung, Ponimin mengatakan telah merasakan firasat sebelum kejadian nahas yang menggugurkan 13 prajurit TNI tersebut.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Anggota Penerbad Semarang melayat di rumah dinas Pilot Helikopter Bell 412 milik TNI AD yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah, Kapten Cpn Agung Kurniawan, di kompleks Asrama Penerbad Semarang, kemarin.
Ayah Kapten Agung, Ponimin mengatakan telah merasakan firasat sebelum kejadian nahas yang menggugurkan 13 prajurit TNI tersebut.
"Cucu saya cerita kalau ayahnya (Kapten Agung) akan tugas ke luar pulau. Dia tanya ayahnya mau tugas kemana, nanti jajannya bagaimana, biaya sekolah bagaimana. Itu yang membuat saya terenyuh," kata Ponimin.
Kapten Agung meninggalkan seorang istri bernama Tri Hidayati dan tiga orang anak yakni Ridwan Fadli Kurniawan (8), Leli Oktaviani Kurniawan (6) dan anak paling bungsu yang masih berumur lima bulan, Anindya Sanung Kurniawan. Kapten Agung, Letda Tito dan 11 prajurit lainnya akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. "Kami akan ke Jakarta untuk pemakaman, kami ikhlas," katanya.
Anggota Skadron-11/Serbu Semarang
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro, Kolonel Inf Zainul Bahar, mengatakan helikopter TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah itu milik Skadron-11/Serbu Semarang. Helikopter itu diketahui berjenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171.
"Ada dua prajurit dari Skadron-11/Serbu yang meninggal dalam peristiwa itu yakni Kapten Cpn Agung Kurniawan (pilot) dan Letda Cpn Tito Hadian (Copilot)," katanya saat dihubungi kemarin pagi.
Informasi terakhir dari Kapendam, bahwa 13 korban akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. (Dna/lyz/val/rtp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/capt-agung-kurniawan_20160321_231815.jpg)