Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya

Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya

Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya - besi-panas-obati-kanker_20160322_152134.jpg
dailymail
Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya
Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya - kehabisan-biaya-perempuan-ini-gunakan-besi-panas_20160322_151201.jpg
dailymail
Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya
Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya - kehabisan-biaya-perempuan-ini-gunakan-besi-panas-untuk-obati_20160322_151224.jpg
dailymail
Kehabisan Biaya, Perempuan Ini Gunakan Besi Panas untuk Obati Kankernya

TRIBUNJATENG.COM - Putus asa karena penyakit kanker yang dideritanya tak kunjung sembuh, seorang wanita asal China, Ding Zhen (28) dipaksa disengat pakai besi panas. Dan tentu saja kondisinya makin kritis.

Menurut Huanqiu.com, Ding didiagnosis leukimia limfoblastik akut pada Agustus 2014. Suaminya, Sun diduga telah meninggalkannya karena tidak bisa membiayai perawatannya. Ding kini tinggal di kota Zhengzhuang dengan ayahnya yang berusia 52 tahun.

"Kami tinggal di sebuah kamar sewaaan murah. Ayah saya bekerja di restoran dengan gaji Rp Rp 3,2 juta setiap bulan dan tidak cukup untuk bertahan hidup," kata Ding kepada wartawan.

Ding awalnya dirawat di rumah sakit tapi karena tidak bisa membayar tagihan lalu ia pun kembali ke rumah. Ia telah menghabiskan Rp 105 juta untuk membiayai pengobatan penyakitnya. Kini, ia rawat jalan di rumah dan percaya bahwa besi panas dapat menyingkirkan sel-sel kankernya.

Tiap hari dia baring di ranjang tanpa busana alias telanjang. Dan saat itu juga beberapa kali besi panas ditempelkan ke bagian tubuhnya. Ding percaya jika suhu tubuh di atas 40 derajat celcius maka sel kankernya akan mati.

Namun upaya tempel besi panas itu belum membuahkan hasil. Dan kini Ding pun kembali merasakan bahwa tubuhnya butuh kemoterapi untuk bertahan hidup. (tribunjateng/widha/dailymail)

Penulis: Widha Kumalasari
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved