Breaking News:

Kepada Calon Investor Pabrik Pengolahan Jagung, Haryanto Minta Harga Beli Harus Kompetitif

Calon investor, Lunardi menyatakan usai mensurvei lokasi pendirian pabrik, ia yakin untuk menanamkan modalnya di bidang pengolahan jagung di Pati

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih pujo asmoro
tribunjateng/mamdukh adi priyanto
Bupati Pati, Haryanto (kiri) bersama calon investor yang akan mendirikan pabrik pengolahan jagung tengah meninjau lahan jagung serta lokasi pendirian pabrik jagung di Kecamatan Sukolilo Pati, Selasa (22/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Calon investor pabrik pengolahan jagung di Kecamatan Sukolilo, Pati, melakukan survei lokasi di daerah yang banyak terdapat lahan jagung di Pati Selatan itu, Selasa (22/3/2016).

Calon investor, Lunardi menyatakan usai mensurvei lokasi pendirian pabrik, ia yakin untuk menanamkan modalnya di bidang pengolahan jagung di Bumi Mina Tani.

"Saya diberi data lahan pertanian jagung se-Kabupaten Pati mencapai 20 ribu hektar dan 30 persennya ada di Kecamatan Sukolilo. Baru lihat yang di Sukolilo ini tadi saja saya sudah yakin", terang Lunardi.

Menurutnya, pabrik pengolahan jagung yang ideal yakni dekat dengan bahan utama seperti di Sukolilo. Ia meminta lahan jagung minimal 2 ribu hektare, setelah melihat lahan di Sukolilo luasannya melebihi jumlah tersebut. Ia pun merasa sudah cocok.

Untuk menunjang proses pendirian pabrik, Lunardi meminta Pemkab Pati untuk mencarikan tanah seluas tiga hektare yang posisinya dekat dengan lahan pertanian jagung.

Tiap bulannya, ia harus menyuplai ribuan ton jagung untuk disetor ke perusahaan Phokpand, Japfa, dan industri pengolahan makanan lain.

"Sebelumnya, kami sudah menandatangani kontrak dulu dengan pembeli, sehingga kami membutuhkan bahan baku banyak. Saat ini, kami juga sudah ekspor," imbuhnya.

Meskipun demikian, Bupati Pati, Haryanto mengajukan dua persyaratan yang harus dipenuhi investor jika jadi membangun pabrik di Sukolilo Pati.

"Dua poin yang saya ajukan yakni adanya jaminan bahwa masyarakat setempat akan diakomodir untuk menjadi tenaga kerja. Dan yang kedua, harga jual jagung dari petani ke pabrik harus kompetitif sehingga petani kian meningkat penghasilannya karena tak lagi harus menghabiskan ongkos kirim jagung ke kabupaten tetangga," terang Haryanto.

Menurutnya, nantinya yang akan menyuplai jagung tidak hanya petani dari Kecamatan Sukolilo, namun juga dari Tambakromo, Kayen, Pucakwangi, dan wilayah lain di Kabupaten Pati.

Bahkan, jika pihak perusahaan mau memberikan harga tinggi kepada para petani, petani dari Grobogan, dan Blora kemungkinan akan menjual hasil pertanian jagungnya ke Pati.

Haryanto optimis jika investor membuka usahanya di Pati, akan banyak tenaga kerja yang terserap. Hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran serta tingkat perekonomian di Pati juga akan terangkat.

"Kami selalu menekankan pada para investor, jika mau membuka bisnis di Pati mau tidak mau harus menggunakan tenaga kerja dari Pati. Kalau tidak mau ya terpaksa saya tidak mau menerima investasinya," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved