Tribun Kampus

UIN Walisongo Perkuat Kajian Kearifan Lokal Ajaran Para Wali

Salah satu basis kajian yang akan digarap oleh UIN adalah penguatan kajian kearifan lokal (local wisdom) yang banyak ditinggalkan oleh penyebar Islam

UIN Walisongo Perkuat Kajian Kearifan Lokal Ajaran Para Wali
kampussaja.com

Laporan Wartawan Tribun Jateng M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dalam rangka mewujudkan visi sebagai kampus riset, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo akan memperkuat basis penelitian yang informatif, tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu basis kajian yang akan digarap oleh UIN adalah penguatan kajian kearifan lokal (local wisdom) yang banyak ditinggalkan oleh penyebar Islam Jawa, yaitu Walisongo.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo, Dr H Sholihan MAg, saat membuka Rapat Koordinasi Pengurus Pusat Pengkajian Islam dan Budaya Jawa (PPIBJ) di Metting Room Kampus I, Selasa (21/3/2016), melalui siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (22/3/2016).

Ajaran dan peninggalan Walisongo sangat tepat untuk diungkap kembali sebagai khazanah Islam Nusantara yang mampu berdampingan dengan masyarakat.

"Model Islam damai yang dimiliki Walisongo adalah potret wajah Indonesia masa lalu yang perlu diterapkan di masa sekarang" tegas dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Kalau selama ini Walisongo hanya dipahami sebagai dongeng dan berbau mistik, riset tentang Walisongo ke depan perlu dikembangkan lebih mendetail hingga teknologi dan sains era Walisongo.

PPIBJ yang dimiliki UIN Walisongo ini diharapkan mampu membidani lahirnya Walisongo Corner, yaitu seluruh informasi tentang Walisongo akan dijawab oleh pusat kajian ini.

Potensi untuk mengungkap kembali manuskrip Jawa klasik, kitab kuno karya ulama Jawa dan kajian kontemporer perlu disatukan dan diungkap menjadi data akademik yang mudah dipahami masyarakat luas.

Pengembangan kerjasama dalam penelitian Walisongo juga sudah menjadi komitmen UIN bersama dengan Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMU) se-Indonesia. Dan penelitian tentang Sunan Muria sudah dimulai tahun kemarin dengan basis pendekatan kajian secara akademis.

"Harapan ke depan adalah semakin banyak penelitian yang mengupas sisi sains teknologi yang berkembang saat Walisongo memperjuangkan Islam tanah Jawa" imbuhnya.

Ketua PPIBJ, Drs H Anasom MHum menegaskan komitmen untuk melakukan kajian 'kewalisongo-an'. Selama ini, aktivitas penelitian yang sudah dijalankan akan diarahkan menuju basis kajian filologi dengan mengungkap khazanah masa lalu. Hari ini yang penting adalah perlunya kesadaran membaca teks Jawa, pegon, kitab yang ditulis berdekatan dengan masa Walisongo.

"Kalau kajian Islam Jawa ini dikuatkan, maka UIN akan menjadi kampus panutan dalam melakukan rasionalisasi sejarah Walisongo yang selama ini masih didominasi mistik" tegas Anasom.

Arah kajian lembaga PPIBJ ini membutuhkan keseriusan dalam memburu naskah kuno, digitalisasi, kajian rutin dan terjun ke lapangan dalam memperkaya data.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved