Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anggota DPR Ini Ingin Burung Merpati Kolong Jadi Daya Tarik Wisata

Dalam lomba yang diikuti sekitar 400 an lebih peserta dari Kabupate Pekalongan dan sekitarnya itu dapat menjadi kegiatan positif masyarakat.

Penulis: raka f pujangga | Editor: rustam aji
net
Burung merpati kolong 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Anggota DPR RI Komisi VII, Andriyanto Johan Syah ingin mempromosikan burung merpati kolong sebagai daya tarik wisata.

Hal itu disampaikannya saat Lomba Pecinta Burung Kolong di Desa Rembun, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (27/3/2016).

"Potensi budaya burung kolong ini memang perlu dikembangkan untuk menambah daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan dan menarik pelancong dari luar kota," kata Wakil Rakyat Dapil X itu.

Budaya burung merpati kolong kini tengah digandrungi masyarakat Kota Santri, sehingga perlu dikembangkan guna mempromosikan tradisi daerah lokal.

Dalam lomba yang diikuti sekitar 400 an lebih peserta dari Kabupate Pekalongan dan sekitarnya itu dapat menjadi kegiatan positif masyarakat.

Menurutnya dengan wadah yang positif meskipun kegiatan permulaan ini juga sekaligus sebagai ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dengan demikian mampu mengetahui secara langsung keluhan-keluhan atau masalah dibawah.

"Meskipun hadiah tak seberapa namun ini mampu memotivasi masyarakat dan perlu kita dorong untuk menyerap aspirasi," lanjutnya.

Dia berharap, melalui kegiatan ini pemerintah daerah juga ikut memfasilitasi ajang tersebut karena selain antusias peserta dan penonton cukup banyak, karena banyak daerah lain dikembangkan dan menjadi daya tarik.

Merpati kolongan, lanjut dia sudah begitu ramainya ini merupakan aset budaya asli indonesia yang harus diuri-uri dengan baik.

"Namun tinggal bagaimana mengelolanya untuk dijadikan seni ketangkasan merpati yang bisa menjadikan pengunjung pariwisata meningkat," kata dia.

Untuk itu, kedepannya sebaiknya bisa dibuat diadakan lomba secara teratur mulai dari tingkat kelurahan,kecamatan, kabupaten dan kalau perlu sampai tingkat nasional.

Harapannya perbuatan negatif masyarakat dapat dibuang jauh-jauh, digantikan dengan hal hal yang positif.

Adapun dalam lomba doro kolong itu dilaksanakan sejak Jumat (25/3/2016) sampai final Minggu (27/3). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved