Kapolres Pekalongan Menduga Masih Ada Korban Haji Plus Ilegal

Kapolres Pekalongan Menduga Masih Ada Korban Haji Plus Ilegal

Kapolres Pekalongan Menduga Masih Ada Korban Haji Plus Ilegal
tribunjateng/raka f pujangga
Kapolres Pekalongan Menduga Masih Ada Korban Haji Plus Ilegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Korban penipuan haji plus ilegal diduga masih terdapat enam orang lagi. Hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi saat ekspos di Mapolres Pekalongan, Senin (28/3).

"Kami menduga korbannya ada lima atau enam orang lagi dari aksi pelaku ini. Tapi baru satu yang bersedia melapor," ujar dia.

Kapolres mengatakan, pelaku saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka karena menawarkan berangkat haji tanpa prosedur yang resmi.

"Korban sudah membayar sejak 2014 lalu, tapi tidak didaftarkan pelaku ini. Sehingga mereka tidak bisa berangkat," ungkapnya.

Pelaku akan dijerat undang-undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji.
"Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara, dan pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata dia.

Pihaknya telah memiliki barang bukti transfer uang yang telah dikirimkan kepada pelaku tersebut secara bertahap. Barang bukti berupa satu lembar setoran pada tanggal 27 Februari 2014, yang nominalnya 3.000 dolar Amerika.

Kemudian, satu lembar bukti setoran pada 17 April 2014, dengan nominal 5.000 dolar Amerika. Selanjutnya setoran pada 19 Agustus 2014, dengan nominal sebesar 10 ribu dolar Amerika.

"Korban ini membayarnya menggunakan dollar, hingga pada pelunasan terakhirnya pada 1 September 2014 dibayarkan menggunakan rupiah sebesar Rp 54 juta," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved