Kemenag Pekalongan: Jangan Tergiur Iming-iming Berangkat Haji Tanpa Antre

Kemenag Pekalongan: Jangan Tergiur Iming-iming Berangkat Haji Tanpa Antre

Kemenag Pekalongan: Jangan Tergiur Iming-iming Berangkat Haji Tanpa Antre
tribunjateng/raka f pujangga
Kasus penipuan berkedok haji plus tanpa antre terungkap di Kabupaten Pekalongan. Polres tengah menginterogasi tersangka kasus tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Warga masyarakat Kabupaten Pekalongan diminta waspada penipuan berkedok pemberangkatan haji. Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Pekalongan, Fauzan Asyari‎ meminta masyarakat untuk dapat mengecek izin biro pemberangkatan haji tersebut.

"Kami terus bersosialisasi agar masyarakat tidak langsung percaya berangkat haji tanpa antrian," kata dia, Senin (28/3).

Apalagi, kata dia, iming-iming tersebut disertai harus membayar ‎uang berjumlah ratusan juta rupiah. "Jika berniat haji plus, yang biayanya tinggi sampai Rp 100 juta bisa konsultasi ke kami. Atau yang paling dekat bisa konsultasi di KUA terdekat," ujar dia.

Sebab, kata dia, haji plus tersebut juga harus sesuai dengan porsi kuotanya sehingga jangan mudah dipercaya di luar itu. Menurutnya, tidak ada keberangkatan haji tanpa menggunakan kuota yang diberikan dari Arab Saudi.

"Karena memang sekarang untuk daftar haji ini waktunya lama, sampai 21 tahun antriannya. Jadi kalau daftar sekarang, nanti berangkatnya tahun 2037,"ujarnya.

Sehingga, jika ada tawaran yang menjanjikan lkeberangkatan lebih cepat sebaiknya diperiksa lebih teliti ‎terkait izinnya. ‎"Kalau di sini cabangnya memang belum ada, biasanya nanti lewatnya majelis talim, lalu didaftarkan ke Jakarta," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved