Diberitakan Makan Nasi Aking, Keluarga Sakheh Kebanjiran Bantuan dari Dermawan
Diberitakan Makan Nasi Aking, Keluarga Sakheh Kebanjiran Bantuan dari Dermawan
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Sakheh (52) dan keluarga warga yang tinggal di Desa Slatri Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes mendapatkan bantuan dari para dermawan. Setelah diberitakan sejumlah media, kediamannya tiba-tiba didatangi sejumlah pejabat di daerah tersebut.
Mereka ingin membantu keluarga Sakheh yang sebelumnya hanya bisa mengonsumsi nasi aking (nasi sisa dikeringkan) akibat kondisi ekonomi yang dialaminya sehingga tidak mampu membeli beras.
Tak hanya pejabat, sejumlah politisi pun datang ke rumah Sakheh yang ditinggalinya bersama anak perempuannya Atika (15) dan ibundanya Mbah Sudinah (70) itu akhirnya mendapat bantuan uang tunai dan sejumlah bahan pangan pokok.
Bahkan, dengan uang yang diterimanya dari sejumlah dermawan Sakheh pun akhirnya membeli sejumlah peralatan dapur seperti piring, sendok, dan gelas ke toko yang tak jauh dari rumah. Dapur dan panci masak yang sudah beberapa hari tak digunakan kini kembali berfungsi.
Sakheh hanyalah seorang pekerja serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap. Bersama anak dan ibundanya dia hanya berharap bantuan dari sanak tetangga atau orang lain.
Jika tak ada beras, Sakheh terkadang hanya mengganjal perut anak dan ibundanya dengan nasi aking yang dibubuhkan garam ataupun kelapa.
Ironisnya, kemiskinan yang dialami Sakheh tak terpantau oleh pihak pemerintah desa dengan tidak mengusulkanya dalam program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). "Alhamdullilah banyak orang yang membantu keluarga saya. Saya sangat bersyukur sekali," ujar Sakheh, Selasa (29/3/2016).
Selain mendapatkan bantuan berupa bahan pokok pangan dari sejumlah para dermawan, Sakheh juga mendapatkan bahan bangunan serta rehabilitasi rumah dari komunitas media sosial "Celoteh Brebes Membangun".
Pasalnya kondisi rumah Sakheh sangat memprihatinkan, bagian atapnya lebih dari separuhnya berlubang, dinding serta tiang penyangga rumahnya sudah miring dan hampir roboh.
Jika diguyur hujan, keluarga miskin itu kesulitan berlindung dari terpaan air yang tampias dan bocor di rumah tersebut. Mereka pun sering berteduh di emperan rumah tetangga. "Katanya mulai Rabu (30/3) ini, rumah saya mau diperbaiki sama para dermawan," imbuhnya. (tribunjateng/fajar eko nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/diberitakan-makan-nasi-aking-keluarga-sakheh-kebanjiran-bantuan-dari-dermawan_20160329_181633.jpg)