Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ayo Saksikan Festival Kuda Lumping di Kecamatan Mijen Semarang

Ayo Saksikan Festival Kuda Lumping di Kecamatan Mijen Semarang

Tayang:
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
KUDA LUMPING 

Laporan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mulai meredupnya kesenian kuda lumping membuat camat Mijen, Ali Muhtar beserta tokoh masyarakat sekitar mencari cara semarakkan lagi kesenian tersebut. Kali ini, pihak Kecamatan Mijen mengadakan Festival Kuda Lumping dan Pagelaran Wayang Kulit.

"Kuda lumping mulai terlupakan lagi. Kalau engga diangkat bisa hilang," katanya dalam keterangan yang diterima tribun.

Idenya muncul saat pergelaran Festival Durian Mijen. Ketika itu, pihaknya mengundang lima grup kuda lumping. Saat diperhatikan, ternyata satu grup kuda lumping bisa menampung kreatifitas mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.

Dari situ, Ali tergugah untuk membuat even yang lebih besar. Paling tidak tujuan dasarnya nguri-uri budaya agar kuda lumping tidak musnah.

Karena itu pihaknya menggelar Festival Kuda Lumping dan Pagelaran Wayang Kulit. Acara dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu 16-17 April 2016 di Halaman Kantor kecamatan Mijen Jl R.M Subeno Jatisari - Mijen.

"Yang sudah mengonfirmasi ikut 15 grup dari Kota Semarang, Kendal hingga Kabupaten Semarang. Setahu saya ini baru pertama kalinya di kota Semarang," ujarnya.

Ia yakin pegelaran akan ramai karena tiap grup beranggotakan 30 orang hingga 40 orang. Belum ditambah suporter masing-masing grup kuda lumping.

Selain lomba kuda lumping, pihaknya juga menggelar lomba lain yaitu lomba membuat replika kuda lumping, lomba mewarnai untuk murid TK san SD bertema Kuda Lumping dan lomba menyanyi dangdut untuk memeriahkan acara.

"Kami sengaja membuat lomba mewarnai agar anak-anak juga kenal kesenian kuda lumping sejak kecil," jelas Ali.

Adapun unsur penilaian lomba kuda lumping antara lain Kekompakan, keserasian dan sebagainya. Pihaknya hanya menilai dari sisi seni, tidak sampai 'jadi'/kerasukan. Murni seni.

"Karena baru pertama kali, nanti apakah bisa tahunan atau tidak melihat perkembangan ke depan," ucapnya Ia juga mengadakan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Tri Agus -Lawak Yati Pesek dan Marwoto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved