Tribun Community

Dipanggil Agus Semua Anggota Komonitas Ini Menengok, Kenapa?

Agus merupakan nama asli Indonesia yang banyak disematkan orangtua pada anak lantaran makna baik yang terkandung di dalamnya.

Dipanggil Agus Semua Anggota Komonitas Ini Menengok, Kenapa?
Tribun Jateng
Komunitas Agus Agus 

TRIBUNJATENG.COM -- Apa yang paling diingat ketika mendengar nama Agus? Banyak yang lebih akrab mendengar sebagai akronim dari Agak Sedikit Gundul atau Anak Gusuran atau Anak Gaul Usaha Sukses. Dan apa jadinya jika para pemilik nama Agus berkumpul menjadi satu?

Agus merupakan nama asli Indonesia yang banyak disematkan orangtua pada anak lantaran makna baik yang terkandung di dalamnya. Yakni, elok atau mulia. Pelafalannya pun mudah dan membuat orang tak gampang lupa.
Itu sebabnya, nama Agus seolah menjadi pasaran.

Meski begitu, Agus Budianto, tak merasa risih. Bahkan bangga menyandang nama yang dia yakini membawa keberuntungan dan kesuksesan. Buktinya, banyak di antara tokoh besar yang punya nama Agus. Dan merekalah yang selama ini memotivasinya. "Biasanya, nama Agus memang dipakai sebagai plesetan tapi banyak lho pemilik nama Agus sukses. Makanya saya bangga dan menjadi motivasi untuk sama-sama memberi yang terbaik bagi bangsa," terangnya.

Pegawai swasta ini pun bersemangat saat mendengar ada komunitas yang beranggotakan para pemilik nama dan berunsur Agus. Sebulan lalu, dia resmi menjadi anggota Agus Agus Bersaudara (AAB) Jawa Tengah (Jateng). "Saya dan Gus Wis (Agus Wismanto, ketua AAB Jateng) sepakat membangun bareng-bareng AAB Jateng. Saya sempat menjadi ketua kopdar pertama saat pengukuhan kepengurusan komunitas ini. Yang bikin tertarik, persaudaraan di komunitas ini begitu solid," kata pria yang akrab disapa Gus Bud ini.

Secara resmi, AAB Jateng berdiri 20 Maret 2016. Di acara yang sekaligus menjadi ajang kopi darat para anggota itu dilantik pengurus AAB Jateng. Sebelumnya, AAB Jateng aktif di jejaring sosial Facebook. Komunitas yang memiliki basecamp di Jalan Agathis 1025 Plamongan Indah RT 10 RW 08, Plamongan Sari, Pedurungan, Kota Semarang, itu berhasil menjaring sekitar 500 anggota dari berbagai penjuru wilayah di Jateng lewat Facebook, Whatsapp dan BBM. Saat kopdar pertama, anggota yang berkumpul mencapai 300 orang.

Gus Bud bisa merasakan keakraban itu saat safari keliling Jawa Tengah untuk menyosialisasikan komunitas AAB Jateng. Sebelum kopdar pertama, dia melakukan perjalanan dari Kendal hingga Pati untuk bertemu pemilik nama Agus di daerah-daerah tersebut. "Sambutan teman-teman di daerah luar biasa. Mereka juga antusias bergabung di AAB Jateng," ungkap Gus Bud.

Ada cerita unik saat kopdar pertama. Menurut Gus Bud, saat tengah asyik berbincang, ada seorang anggota yang memanggil nama Agus. "Tujuannya memanggil ketua. Tapi karena manggilnya Agus, semua jadi nengok. Kejadian ini menjadi gerr..gerran. Tapi itu membuat kami semakin akrab," imbuhnya.

Kesan yang sama juga dirasakan Agus Adi saat bergabung di AAB Jateng. Ia menyebut, rasa persaudaraan di komunitas AAB Jateng sangat tinggi karena anggota tak memandang latar belakang, pangkat serta jabatan masing-masing. Dia menyebut, suasana komunitas ini begitu egaliter.

"Saya sangat bersyukur bisa bergabung di AAB Jateng. Selain dapat bersilaturahim dengan sesama Agus, juga saling support, tidak membedakan status sosial, jabatan atau latar pendidikan," ujar pria yang akrab disapa Gus Adi ini.

Gus Adi bergabung di AAB Jateng sekitar awal tahun lewat jejaring sosial Facebook. Dua sengaja mencari informasi tentang keberadaan komunitas yang beranggotakan para pemilik nama Agus. "Yang membuat saya semakin tertarik gabung, komunitas ini tidak berpolitik. Jadi, lebih untuk berkegiatan sosial dan kumpul sesama Agus," tegasnya.

Secara pribadi, bagi Gus Adi, memiliki nama Agus memberi suka dan duka. Lantaran banyak pemilik nama ini, dia sering mendapat ejekan memiliki nama pasaran. Namun, dia tak minder. Bahkan kini bangga lantaran menemukan fakta para pemilik nama Agus memiliki solidaritas tinggi. Hal ini terbukti di Komunitas AAB Jateng.

"Sekarang lebih banyak sukanya karena ada AAB Jateng. Sesama Agus ini jadi lebih solid, menambah teman dan jejaring," ujarnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved