Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lama Nggak Muncul, Bob Hasan Hadir di Kendal Tawarkan Modal kepada Warga Miskin

Lama Nggak Muncul, Bob Hasan Hadir di Kendal Tawarkan Modal kepada Warga Miskin

Penulis: ponco wiyono | Editor: iswidodo
tribunjateng/ponco wiyono
Lama nggak muncul di media, Bob Hasan selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri hadir di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Minggu 3 April 2016 

Laporan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Lama nggak muncul di media, Bob Hasan selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri hadir di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Melalui Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) Bob Hasan meluncurkan program Komunitas Sahabat Mandiri di Alun-alun Kendal, Minggu (3/4/2016). Damandiri yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat ekonomi kecil bekerjasama dengan BPR Nusamba dan menggandeng Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dalam menggelar kegiatan tersebut.

Bob Hasan tegaskan, masyarakat miskin juga berhak untuk maju dan mengembangkan potensi diri. Masyarakat desa harus diberi peluang untuk bisa berwirausaha, agar terbuka kesempatan untuk hidup lebih baik, termasuk guna membantu perekonomian bangsa.

"Masyarakat secara berkelompok bisa mengajukan pinjaman untuk usaha mereka. Di Kabupaten Kendal ada sekitar 50 desa. Yang kami sasar adalah masyarakat miskin dan pelaku UMKM yang memiliki usaha, tetapi belum tersentuh perbankan,'' kata Bob Hasan.

Komunitas Sahabat Damandiri diharapkan mampu mencakup 2.300 desa di Pulau Jawa dan Bali. Di Jawa Tengah, kantor Damandiri berjumlah 200, dan di Kendal sendiri terdapat 15 kantor.
Dia berharap, warga desa agar cerdas dalam memilih menanam komoditas yang memiliki nilai jual tinggi, bukan barang yang memiliki nilai jual rendah. Contohnya di bidang perkebunan adalah seperti cabai dan bawang merah.

"Oleh sebab itu para pelaku UMKM tersebut akan mendapat pendampingan, sehingga pinjaman yang disalurkan tepat sasaran," jelasnya.

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya, mengatakan, kredit yang diberikan nanti senilai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Santuan modal itu berasal dari Yayasan Damandiri dan disalurkan melalui BPR Nusamba.

Keunggulan peminjaman lewat Damandiri adalah diperbolehkannya pinjaman tanpa agunan. Kendal sendiri disebut Subiakto sebagai daerah kondusif dan memiliki pemerintah yang berkomitmen tinggi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Itulah kenapa kami peluncuran di sini. Ke depan kami juga ingin menjalin kerja sama dengan BPR milik pemerintah daerah," ungkapnya. 

BIODATA BOB HASAN

Mohammad (Bob) Hasan (The Kian Seng) lahir di Semarang tahun 1931 adalah pengusaha dan pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan merupakan WNI keturunan Tionghoa yang kemudian memeluk Islam. Sejak kecil ia diasuh sebagai anak oleh Jenderal Gatot Subroto.

Namanya mencuat karena berbisnis kayu-kayuan yang ditebangnya dari hutan-hutan tropis. Bob Hasan juga pernah menjadi ketua PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), dan International Associations of Athletic Federation. Ia adalah pendiri sekaligus pemilik media Gatra. Bos kayu yang dulu dikenal dekat dengan Presiden Soeharto (alm) itu sudah bebas dari Penjara Lapas Nusa Kambangan setelah menjalani pidana selama 3 tahun (dari vonis 6 tahun) karena tersangkus kasus korupsi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved