Muhtaris Siagakan 10 Anggotanya 24 Jam

Kepolisian dari Mapolres Semarang menjaga ketat proses pengiriman dan pembongkaran 609 box berisi ribuan kertas soal ujian nasional (UN) SMA/SMK

Muhtaris Siagakan 10 Anggotanya 24 Jam
tribunjateng/yayan isro roziki
Kepolisian dari Mapolres Semarang menjaga ketat proses pengiriman dan pembongkaran 609 box berisi ribuan kertas soal ujian nasional (UN) SMA/SMK Sederajat dari truk milik PT Pos Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepolisian dari Mapolres Semarang menjaga ketat proses pengiriman dan pembongkaran 609 box berisi ribuan kertas soal ujian nasional (UN) SMA/SMK Sederajat dari truk milik PT Pos Indonesia. Soal ujian UN tersebut datang di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Sabtu (2/4/2016) dini hari.

Proses pendistribusian dari PT Pura Barutama Kudus menuju Dinas P dan K Kabupaten Semarang itu menggunakan truk milik PT Pos Indonesia dengan dikawal kepolisian dari Mapolres Kudus. "Mulai soal datang dan pendistribusian akan dikawal ketat oleh anggota,” kata Kanit 3 Intel Mapolres Semarang Aiptu Muhtaris, kemarin siang.

Muhtaris menambahkan para anggotanya yang diterjunkan itu akan berjaga selama 24 jam. Pengawalan tersebut akan dimulai pada Minggu (3/4) pukul 06.00 sebelum pendistribusian mulai berlangsung pada pukul 07.00. "Anggota kepolisian ikut dalam mobil yang akan mendistribusikan soal UN tersebut," terangnya.

Muhtaris mengatakan dalam pengawalan tersebut pihaknya menurunkan 10 anggota, enam berpakaian preman dan empat orang berpakaian dinas. Sedangkan box berisi soal itu akan dibuka bersama-sama oleh pihak Dinas Pendidikan. "Kami siap mengawal soal UN sampai proses pendistribusian selesai," tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, pukul 07.30, box berisi ribuan soal UN itu dibongkar dari truk PT Pos Indonesia dan diamankan di ruangan Kepala Dinas P dan K Kabupaten Semarang. Menurut Ketua Panitia UN 2016 Kabupaten Semarang , Adi Prasetyo, sebelum pembongkaran dilakukan verifikasi lebih dulu.

Adi menuturkan jika dalam proses verifikasi terjadi kekurangan dalam pengiriman soal maka pihak Dinas P dan K Kabupaten Semarang akan berkoordinasi dengan PT Pura Kudus, dan akan meminta kekurangannya. “PT Pura lantas akan memberikan kekurangan atau kerusakan soal yang ada di kabupaten kota,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jateng memulai mendistribusikan naskah soal UN kemarin dini hari itu dari gudang penyimpanan di lingkungan PT Pura Barutama Kudus, ke masing-masing wilayah di 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng. "Pendistribusian menggunakan 35 armada truk boks milik PT Pos," kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto.

Dalam kesempatan itu, Nur Hadi secara simbolis melepaskan armada pengangkut naskah soal, didampingi oleh Ketua Penyelenggara UN Tingkat Jateng Tri Handoyo, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng Drs Ahmadi MAg, serta Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi. Sebelumnya dilakukan penempelan stiker bertuliskan 'Dokumen Negara', serta penyegelan pintu truk pengangkut untuk memastikan keamanan dan tidak ada kebocoran soal.

"Khusus Kecamatan (Kepulauan) Karimunjawa Jepara yang terpisah lautan sejauh 45 mil dari ibukota kabupaten, dikirim lebih awal pada Jumat (1/4/2016) pagi kemarin," ujarnya.

Ketua Penyelenggara UN Tingkat Jateng Tri Handoyo mengatakan, jumlah peserta UN di Jateng untuk SMA/SMK mengalami kenaikan dari 386.690 siswa di tahun 2015, menjadi 392.019 siswa pada 2016. Kenaikan peserta UN juga terjadi di tingkat MA, yakni 2.159 siswa dari 44.431 siswa (2015) menjadi 46.580 pada 2016. “Naskah soal yang dicetak disesuaikan jumlah siswa yang ikut ujian, ditambah cadangan. Sebelum dicetak dilakukan pemeriksaan dan verifikasi oleh tim,” ungkapnya.

Manager General Affair PT Pura Barutama Kudus Iwan Wijaya didampingi General Manajer Affair Unit Total Security System (TSS) Mulyani mengatakan, selain mencetak naskah UN untuk tingkat SMA dan yang sederajat, pihaknya juga mencetak naskah soal UN untuk tujuh provinsi lain. Yakni, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Kalimatan Tengah (Kalteng), Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung (Babel) dan Maluku Utara (Malut) .

"Untuk tujuh daerah lain, naskah telah dikirimkan ke masing-masing provinsi paling lambat tanggal 20 Maret kemarin," katanya. (*)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved