Kepala Sekolah Ini Dimutasi Dua Kali Dalam Sebulan, Bantah Ada Transaksi Jabatan
Kepala Sekolah Ini Dimutasi Dua Kali Dalam Sebulan, Bantah Ada Transaksi Jabatan
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Lembaga Pemantau Pendidikan Indonesia (LPPI) menilai mutasi puluhan kepala sekolah di Kabupaten Pekalongan terindikasi banyak kejanggalan. Selain masih ada sekolah yang kepala sekolahnya kosong di SMPN 1 Buaran, juga ada kepala sekolah yang dipindah dua kali selama bulan Maret 2016.
Kepala sekolah tersebut saat ini menjabat di SMPN 1 Talun, bernama Khoirul Huda, warga Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya, Huda merupakan kepala sekolah di SMPN Wonokerto yang dipindah ke SMPN Doro pada bulan Maret 2015.
Belum ada sebulan, Huda sudah pindah lagi menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Talun. "Biasa saja, namanya juga pimpinan yang memberikan perintah. Kami siap-siap saja melaksanakannya diberi tugas di mana pun," jelas dia, Selasa (5/4/2016).
Meski lokasi pindahnya lebih jauh, Huda mengaku tak keberatan sebagai pria yang mengabdi kepada negara tersebut. Namun, diakuinya ada konsekuensi lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi sekolah.
"Memang mutasi ini ada konsekuensi banyak energi yang terkuras karena lokasinya lebih jauh. Tapi nggak apa-apa karena ini bentuk pengabdian untuk negara," jelas dia.
Atas mutasi tersebut, setiap hari Huda harus berangkat dari rumah pukul 05.30 dan memulai apel pagi pukul 06.30.
Kecamatan Talun merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang, yang jaranya sekitar 32 kilometer dari ibukota Kabupaten Pekalongan. "Jam setengah tujuh biasanya sudah apel, jadi dari rumah berangkat jam setengah enam," ucap dia.
Menurutnya, mutasi puluhan kepala sekolah itu tidak ada kejanggalan. Bahkan informasi yang menyebutkan satu jabatan kepala sekolah dijual seharga Rp 25 juta pun dibantahnya. "Tidak ada itu (Rp 25 juta), hanya isu. Saya malah baru mendengarnya ada seperti itu," ujarnya.
Sedangkan terkait mutasi kepala sekolah menjelang pelaksanaan UN, pihaknya menilai hal itu dapat dikatakan wajar. Pelaksanaan ujian tidak akan terpengaruh dengan pergantian puluhan kepala sekolah tersebut. (tribunjateng/raka f pujangga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-sekolah-ini-dimutasi-dua-kali-dalam-sebulan-bantah-ada-transaksi-jabatan_20160405_154033.jpg)