Breaking News:

BNN : Pembelian Obat Batuk Melebihi Dosis Sedang Marak di Jawa Tengah

Peningkatan tersebut disebabkan pelaku mulai memilih obat-obatan legal dengan dosis tinggi yang dijual bebas di masyarakat.

Editor: a prianggoro
BNN : Pembelian Obat Batuk Melebihi Dosis Sedang Marak di Jawa Tengah
istimewa
ilustrasi

TRIBUNJATENG.COM- Kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Provinsi Jawa Tengah meningkat setiap tahunnya.

Peningkatan tersebut disebabkan pelaku mulai memilih obat-obatan legal dengan dosis tinggi yang dijual bebas di masyarakat.

"Jika sebelumnya ganja dan sabu mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba, sekarang agak banyak yang bergeser membeli obat-obatan legal dengan kandungan zat penenang dan dikonsumsi melebihi dosis sewajarnya," kata Kepala Seksi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Jamaludin Ma'ruf, Selasa (5/4/2016).

"Efeknya kurang lebih sama. Dan, obat-obat seperti obat batuk itu mudah didapat di toko atau di pasar. Dikonsumsi melebihi dosis, efeknya hampir sama. Jadi kita imbau apotek dan pemilik toko mewaspadai gejala ini," tambah Jamaludin.

Jamaludin juga menjelaskan, grafik penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Provinsi Jawa Tengah cenderung meningkat setiap tahun. Ia menggambarkan bahwa kasus pada tahun 2014 sekitar 1,89 persen dari jumlah penduduk Jawa Tengah, dan tahun 2015 sekitar 1,96 persen atau setara 600.000 orang.

"Untuk tahun 2015, relevansinya sejutar 1,96 atau 600.000 orang penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang," katanya.

"Kita mengajak seluruh masyarakat, terutama pemilik toko dan apotik untuk lebih waspada dan tidak hanya sekedar obatnya laku, agar mengurangi jumlah kasus penyalahgunaan obat obatan," katanya. (Kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved