Mantap, Awan Setho Raharjo Gagalkan Dua Peluang Emas PSIS, Skor pun Berakhir Kacamata
Ya, laga ini selain dimanfaatkan PSUSM untuk melatih mental dan pengalaman pemain juga laga perpisahan bagi kiper kami Awan Setho Raharjo.
Penulis: m alfi mahsun | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kiper PS USM, Awan Setho Raharjo tampil mengagumkan dalam laga uji tanding melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Rabu (6/4/2016) sore. Dua kali kiper yang akan segera merapat ke Pusamania Borneo FC ini menyelamatkan gawang tim almamaternya itu dari gempuran pemain Mahesa Jenar.
Laga yang digelar sebagai persiapan Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri-B untuk PSIS itu pun berakhir imbang, 0-0. Namun bukan 2x45 menit melainkan hanya dimainkan 45 menit babak pertama saja karena wasit menilai kondisi cuaca buruk dan pertandingan tidak konsusif untuk dilakukan.
"Ya, laga ini selain dimanfaatkan PSUSM untuk melatih mental dan pengalaman pemain juga laga perpisahan bagi kiper kami Awan Setho Raharjo. Di babak pertama tadi pertandingan berjalan seru dan banyak pelajaran yang diambil tim," ujar Ketua Yayasan USM, Joetata Hadiharjaja mendampingi Ketua Umum PSUSM, Andi Krida Susila dalam laga itu.
Ya, Awan Setho menyelamatkan gawang pertama dari sepakan M. Yunus di dalam kotak penalti. Mantan kiper Timnas U-19 tersebut terbang ke sisi kiri gawang dan menepis bola yang meluncur deras di pojok kiri bawah gawang. Kedua, Awan Setho selamatkan gawang dari sundulan Johan Yoga yang menerima umpan dari sayap kanan.
Selain itu peluang emas juga kembali dihasilkan Johan Yoga lewat sundulan dari umpan sepak pojok Franky. Namun sayang bla mengarah ke badan pemain PSUSM yang berdiri di dekan tiang kiri Awan Setho.
Sementara itu pelatih PSIS Semarang mengatakan baru melihat kemampuan dua pemain anyarnya di laga itu yakni bek M. Zainuri dari Pra-PON Jatim dan bek sayap Fajar Bagus Bintoro dari Persibangga Purbalingga. Keduanya masih butuh pembuktian tekanan dari tim lawan karena PSUSM minim peluang.
"Keduanya belum menunjukkan kemampuan terbaiknya karena minim tekanan dari tim lawan. Sementara pemain seleksi dan pelamar lainnya seperti sayap Jordan "Aang" belum sempat saya mainkan karena pertandingan babak kedua tidak bisa dilanjutkan," ujar Eko Riyadi.
Eko pun melihat sudah mengantongi kerangka tim untuk hadapi partai uji tanding lawan PSS Sleman Sabtu (9/4/2016) malam di Stadion Jatidiri. Taufik yang dipasang sebagai sayap kiri di laga lawan PSUSM bisa bergantian dengan Harry Nur jika belum ada pelamar baru yang datang.
Seperti diberitakan, sebenarnya Mahesa Jenar tengah menanti striker Djali Ibrahim dan gelandang Maskur Idris dari tim Pra-PON Maluku Utara yang piawai juga main di sayap. Namun kedatangan kedua pemain ini bersama bek PSIS Safrudin Tahar belum juga ada kepastian.
"Ya, di posisi sayap masih kami pikirkan. Selebihnya di bek sayap kini ada Ahmad Sumardi dan Fajar yang berstatus pelamar. Kami akan terus matangkan skema di latihan rutin," imbuh Eko Riyadi.
Sementara CEO PSIS, Yoyok Sukawi juga masih melihat belum nyantelnya sayap PSIS. Franky Mahendra dan Taufik Hidayat di laga itu dilihatnya belum banyak mengirimkan umpan emas kepada striker.
"Sayap masih perlu pembenahan. Saya lihat di lini belakang saat ini banyak pilihan dan makin solid. Persiapan terus akan kami lakukan sebelum ISC B digelar 30 April mendtang," ujar Yoyok.
Dia juga mengatakan manajemen akan hadiri undangan PT Gelora Trisula Semesta untuk agenda technical meeting Jumat (8/4/2016) mendatang di Jakarta. Namun kabar itu baru sekadar undangan lisan.
"Kelanjutan sal ISC B akan ada TM yang akan dihadiri manajemen. Namun baru sebatas undangan lisan, kami belum terima kabar resmi dari email PT Gelora," tandas Yoyok. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ps-usm-vs-psis_20160406_201646.jpg)