Kepada Bupati Semarang, Ganjar: Bandungan Boleh Jual Bunga, tetapi Jangan Jual 'Daging Mentah'

Ganjar mafhum, meskipun sebenarnya wisata Bandungan ini mengandalkan panorama alamnya, namun publik terlanjur mempersepsikan pariwisata

Kepada Bupati Semarang, Ganjar: Bandungan Boleh Jual Bunga, tetapi Jangan Jual 'Daging Mentah'
Kompas.com/ Syahrul Munir
Dialog Musrenbangwil bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (12/4/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemkab Semarang segera melakukan penataan kawasan wisata Bandungan. Namun dalam penataan itu, Ganjar meminta agar dilakukan secara hati-hati.

Ganjar mafhum, meskipun sebenarnya wisata Bandungan ini mengandalkan panorama alamnya, namun publik terlanjur mempersepsikan pariwisata Bandungan dengan prostitusi. Hal ini tak lepas dari keberadaan tempat-tempat hiburan, berikut para wanita penghiburnya.

"Pak Bupati, saya minta pelan-pelan Bandungan ditata, agar tidak jadi kos-kosan cewek. Di Bandungan itu jual bunga boleh, tapi jangan jual daging mentah," kata Ganjar, menanggapi paparan Bupati Semarang Mundjirin dalam Dialog Musrenbang Wilayah Eks Karesidenan Semarang di Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (12/4/2016).

Menurut Ganjar, Kabupaten Semarang mempunyai tempat-tempat yang indah yang layak dijual kepada wisatawan. Namun mengelola kawasan wisata tidaklah mudah. Sebab biasanya ada tiga hal yang selalu mengiringi pertumbuhan tempat wisata, yakni seks, alkohol, dan narkoba.

Terkait hal itu pihaknya menanggapi positif rencana penataan kawasan wisata Bandungan, termasuk menyetujui hibah tanah provinsi untuk pemindahan Kantor Kecamatan Bandungan.

Ganjar menekankan agar penataan Bandungan dilakukan secara komprehensif agar tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.

"Ya pelan-pelan kita harus melakukan pendekatan, melakukan transformasi. Jadi orang diajak bicara, kan kita punya pengalaman tuh. Apa studi ke Dolly, studi ke Jakarta, kemudian kita mencarikan cara pelan-pelan untuk menggeser itu," kata Ganjar.

Sebelumnya Bupati Semarang Mundjirin dalam paparannya mengatakan bahwa menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Semarang dalam bidang kepariwisataan diantaranya adalah penataan kawasan wisata Bandungan, penataan parkir Candi Gedongsongo, pembangunan waterpark di Pemandian Muncul.

Selain itu dalam penataan kawasan Bandungan, Mundjirin secara khusus meminta agar Pemprov Jateng menghibahkan tanah untuk lokasi pemindahan kantor kecamatan Bandungan dan lokasi sekolah dasar. Sebab keberadaan kantor kecamatan Bandungan dan sebuah SD tersebut dinilai sudah tidak layak, lantaran terganggu dengan aktivitas pasar Bandungan serta parkir kendaraan wisatawan.

"Rencana kita (tanah itu) bukan hanya kecamatan saja, termasuk SD sebetulnya. SDnya nanti dicarikan tanah di tempat lain, di sana ada tanah provinsi. Tadi sudah dapat lampu hijau dari pak gubernur," kata Mundjirin.

Musrenbangwil se eks Karesidenan Semarang tersebut diikuti oleh enam kepala daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kendal. Masing-masing kepala daerah memaparkan usulan pembangunan di daerahnya masing-masing untuk dianggarkan pada APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2017.

Musrenbangwil yang dikemas dalam dialog "Rembug Gayeng Bareng Gubernur" ini diharapkan semakin mendorong penyerapan anggaran di Jawa Tengah, yang saat ini mencapai lebih dari 90 persen. (Syahrul Munir)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved