Breaking News:

Bupati Subang Ojang Sohandi: Saya Mohon Maaf

Bupati Subang Ojang Sohandi: Saya Mohon Maaf

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
OJANG SOHANDI bupati Subang Jawa Barat mengenakan baju tahanan KPK. 

TRIBUNJATENG.COM - Usah ditangkap dan diperiksa 1x24 jam karena kasus suap, Bupati Subang Ojang Sohandi digelandang penyidik dari kantor KPK, Jakarta, ke mobil tahanan, Selasa (12/4) petang, untuk selanjutnya dibawa ke Rutan Polres Jakarta Timur.

Sebelum dibawa ke rutan, Ojang Sohandi sempat menyampaikan permintaan maaf untuk para pimpinan Muspida, pejabat pemkab dan masyarakat Kabupaten Subang atas tertangkapnya dirinya karena kasus suap ini.

"Untuk masyarakat Kabupaten Subang saya mohon doa restunya. Dan juga masyarakat Kabupaten Subang, saya juga mohon maaf," kata Ojang saat digiring petugas dari kantor KPK ke mobil tahanan.

Tak lupa, Ojang juga memohon doa restu dari masyarakat Kabupaten Subang agar dirinya bisa menjalani proses hukum di KPK, termasuk penahanan dirinya ini.

"Saya berharap tetap jaga kekompakan dan kebersamaan. Dan mudah-mudahan Subang tetap menjadi kabupaten yang maju," imbuhnya.

Meski telah mengenakan rompi tahanan oranye dari KPK, Ojang Sohandi masih bisa sesekali tersenyum saat sejumlah awak media menanyakan dan menyorot wajahnya dengan kamera.

Pun demikian, kendati menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpanya, Ojang Sohandi tidak mau secara tegas menyesali perbuatannya. "Itu nanti di penyidikan, yah pak," kata dia.

Bupati Subang, Ojang Sohandi ditangkap oleh tim KPK saat mengikuti pertemuan bersama sejumlah pimpinan Muspida di kantor Kodim Subang, Jawa Barat pada Senin (11/4) siang.

Sang bupati ditangkap setelah jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Devi lebih dulu ditangkap karena diduga menerima suap dari pihak berperkara, terdakwa kasus korupsi dana BPJS Kabupaten Subang, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kab Subang, Jajang Abdul Kholik.

Uang tersebut diserahkan ke jaksa Devi lewat istri Jajang, Lenih Marliani, di kantor Kejati Jabar. Diduga uang tersebut adalah kali kedua untuk jaksa Devi dan atasannya, jaksa Fahri Nurmallo (pindah tugas ke Kejati Jateng) selaku tim jaksa penuntut terdakwa kasus korupsi dana BPJS Kabupaten Subang.

Pemberian uang diduga agar Jajang mendapatkan tuntutan hukuman ringan dari Devi dan Fahri selaku jaksa penuntut. Selain itu, uang itu diduga untuk menyelamatkan sejumlah pejabat Pemkab Subang, termasuk Sang Bupati, agar tidak masuk dalam surat tuntutan jaksa.

Bupati Subang, jaksa Devi dan istri terdakwa Jajang, Lenih, telah ditangkap penyidik KPK dan ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya ditahan di rutan berbeda. (tribun/acoz)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved