Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

VIDEO Kreatif, Mengintip Rahasia Pembuatan Sepatu Trendy Berbahan Daun Jati

VIDEO Kreatif, Mengintip Rahasia Pembuatan Sepatu Trendy Berbahan Daun Jati

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tidak hanya batang daun jati yang bisa dimanfaatkan untuk produk mebel. Ternyata daun jati, juga bisa disulap jadi produk bernilai tinggi.

Di tangan terampil Rozi Setiadi (38), warga Jalan Prambanan 541, RT 1 RW 9 Binagriya Indah Pekalongan, daun jati disulap menjadi sepatu. Kekuatannya, sepatu daun jati juga tidak kalah karena sudah dilapisi antara dua pilihan yakni akrilik atau mika.

Rozi menjelaskan, pembuatan sepatu yang berasal dari bahan daun itu tidak harus menggunakan daun jati. Sebab, beberapa daun lainnya bisa digunakan.

"Tidak harus daun jati, tapi daun mangga, daun jambu juga bisa sebenarnya, tapi kebetulan kami memanfaatkan daun jati," kata dia, di rumahnya, Jumat (15/4/2016).

Dia mengatakan, penggunaan daun jati tersebut juga sekaligus mengurangi limbah daun menjadi lebih bermanfaat. Dedaunan yang diambil, kata dia, juga tidak memetik dari atas pohon. Namun dari daun yang telah jatuh dari atas pohon.

"Saya mengambilnya dari bawah pohon, kita pungut lalu diproses. Awanya kita rebus dulu sampai mendidih," kata pria lulusan D3 Desain Tekstil, Politeknik Muhammadiyah Surakarta.

VIDEO SEPATU DAUN JATI

Namun, bagian itu bisa dibilang paling sulit karena jika terlalu lama akan membuat daun rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi. Daun yang masuk ke dalam panci dan melalui proses perebusan tersebut, diangkat saat muncul gelembung pertama di atas panci. Kemudian, daun ditaruh di atas kertas koran untuk pengeringan. Hingga kering, lalu digunting mengikuti pola sepatu yang akan dibuat.

Pada proses itu, pola bisa diberikan pengecatan warna agar menjadi lebih menarik dan sesuai permintaan konsumen. "Mau digambar bentuk apa saja bisa, sesuai keinginan. Pernah ada yang mau pesan untuk sepatu pernikahan, yang gambarnya konsumen juga bisa," ucap pemenang Juara I Dekranasda Award 2013.

Namun, pihaknya masih belum menerima permintaan konsumen tersebut karena masih melakukan uji coba. Sudah lima bulan ini, pihaknya masih melakukan uji coba hingga akhirnya pada bulan April 2016 menemukan formula untuk membuat sepatu tersebut. Sepatu itu dijual seharga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per pasang. (tribunjateng/raka f pujangga)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved