Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Kartini

Dewi Sulastri, Penggagas Opera Tiga Perempuan Berziarah ke Makam Kartini Sebelum Pentas

Dewi Sulastri, Penggagas Opera Tiga Perempuan Berziarah ke Makam Kartini Sebelum Pentas

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Dewi Sulastri, Penggagas Opera Tiga Perempuan Berziarah ke Makam Kartini Sebelum Pentas 

TRIBUNJATENG.COM - Opera Tiga Perempuan memukau penonton dalam Festival Kartini IV 2016 di Alun Alun Jepara, Sabtu (16/4) lalu. Siapakah sosok di balik opera yang menghadirkan tiga tokoh asal Kota Ukir itu?

Adalah Dewi Sulastri, wanita di balik kesuksesan penampilan Opera Tiga Perempuan. Penulis skenario yang juga pemeran Kartini itu merupakan wanita asli Jepara namun banyak berkiprah di Jakarta. "Saya ini orang Jepara asli, sudah tampil di berbagai kota di Indonesia juga di luar negeri, tapi baru sekali ini tampil di Jepara dengan membawakan cerita khas Jepara," katanya, Sabtu malam.

Opera Tiga Perempuan menghadirkan tokoh RA Kartini, Ratu Kalinyamat dan Ratu Shima. Opera disajikan dengan paduan musik modern dan tradisional.

Malam itu, dengan kebaya hitam dan rambut disanggul, Kartini tampak melamun. Ia rupanya prihatin atas nasib kaum hawa di Nusantara yang hidup terkekang. Putri Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat itu tidak mau pasrah begitu saja. Di tengah lamunan, ada bisikan dari Ratu Kalinyamat. "Kau tidak sendirian Kartini. Aku Bersamamu," ucap Kalinyamat.

Kartini pun beranjak. Berjalan pelan dengan kepala menunduk. Bisikan lain pun datang dari Ratu Shima yang mempertanyakan niat Kartini yang paradoks dengan kondisi saat itu. "Kamu telah mengetahui adat bangsamu. Laku hidup ini sudah kau pahami betul. Namun aku akan tetap bersamamu," ujar Shima.

Kartini pun berbicara lantang. "Aku terpenjara dalam sekat adat. Aku ingin seperti kalian," kata Kartini kepada Ratu Kalinyamat dan Ratu Shima. "Saya harus bangkit. Kaum perempuan harus lepas dari keterpurukan," lanjutnya.

Perbincangan tiga tokoh peremuan asal Jepara itu ditampilkan dalam satu panggung. Meskipun berbeda generasi, tiga tokoh mempunyai misi sama memperjuangkan sesama. "Kami mencoba menghadirkan tiga tokoh tersebut dalam satu panggung, meskipun mereka beda generasi. Secara imajiner kami menghadirkannya," kata Dewi Sulastri.

Wanita perkasa

Opera itu juga ingin menunjukan bahwa Jepara mempunyai wanita-wanita perkasa yang memimpin kaum di masanya. Ratu Kalinyamat yang meninggal tahun 1579 adalah puteri Sultan Demak Trenggana yang menjadi bupati di Jepara. Sedangkan Shima adalah ratu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di pantai utara Jawa Tengah (termasuk wilayah Jepara) sekitar tahun 674 M.

Jalan cerita opera menggambarkan perjuangan ketiga wanita. Diceritakan Ratu Shima merupakan pemimpin adil dan bijaksana. Menurut cerita, ia merelakan anak kandungnya sendiri untuk dihukum potong tangan karena mencuri. Rakyatnya semula ragu sang ratu tega menghukum darah dagingnya sendiri. Namun, Shima membuktikan sebagai ratu adil.

Sementara, penonton dapat mengambil pelajaran dari keberanian Ratu Kalinyamat. Istri Sunan Haldirin itu gigih melawan Portugis. Keberaniannya datang usai melakukan Tapa Wudha yakni bertapa sembari telanjang untuk memperoleh keberanian. "Penonton bisa mengambil teladan dari tiga tokoh perempuan itu. Kartini dengan semangatnya memperjuangkan wanita, Ratu Kalinyamat dengan kegigihan dan keberaniannya, serta Ratu Shima dengan keadilan dan kebijaksanaannya," tegas Dewi yang merupakan ketua Sanggar Swargaloka Jakarta.

Dewi mengaku baru pertama kali menampilkan Opera Tiga Perempuan tersebut di Jepara. Ada tantangan tersendiri buat Dewi untuk menampilkan pertunjukan itu. Untuk menjiwai peran, wanita kelahiran 15 Maret 1966 sempat berziarah ke makam Kartini di Rembang sebelum pentas. Ia juga mendatangi makam Ratu Kalinyamat dan Ratu Shima.

Ia mempersiapkan opera selama empat bulan bersama ratusan anggota timnya. Ia mematangkan koreografi juga menemui berbagai narasumber untuk mengetahui cerita secara gamblang. (tribunjateng/mamdukh adi)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved