Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ribuan Hama Keong Emas Rusak Lahan Pertanian di Demak, Dibasmi Muncul Lagi

Ratusan hektare lahan pertanian padi di Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah rusak digerogoti hama 'Keong Emas'

Penulis: puthut dwi putranto | Editor: muslimah
tribunjateng/puthut dwi putranto
Ratusan hektare lahan pertanian padi di Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah rusak diserang hama Keong Emas atau Siput Murbai (Pomacea Canaliculata Lamark), Rabu (27/04/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ratusan hektare lahan pertanian padi di Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah rusak digerogoti hama 'Keong Emas' atau Siput Murbai (Pomacea Canaliculata Lamark), Rabu (27/04/2016).

Setiap hari para petani terpaksa membersihkan ribuan hama keong yang tak kunjung habis itu. Akibat serangan hama keong yang menggerogoti batang padi ini, para petani merugi hingga ratusan juta rupiah. Mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menanam padi kembali, hingga mempekerjakan buruh tani guna membersihkan keong.

"Sudah satu bulan ini hama keong emas menyerang lahan pertanian kami. Keong memakan batang padi hingga rusak. Kami harus tanam ulang padi hingga tiga kali di musim tanam kedua ini. Kami rugi hingga ratusan juta rupiah gara-gara keong, " kata seorang petani, Samunah kepada Tribun, Rabu (27/04/2016).

Menurut Samunah, para petani di desanya mengaku kewalahan dengan pesatnya perkembangan keong emas yang merusak lahan pertanian mereka. " Dibasmi muncul lagi, dibasmi muncul lagi. Keongnya gak habis-habis, " ujar Samunah.

Petani lain, Marno, menambahkan, hingga sejauh ini para petani sudah berupaya keras untuk melakukan pembasmian keong. Baik dengan cara manual yakni dengan mengumpulkan satu per satu keong ke dalam karung maupung dengan cara menyemprotkan pestisida.

"Namun keong tak juga habis. Bahkan sehari kami bisa dapatkan empat karung. Ada ratusan hektare lahan padi yang terserang. Keong ini menyerang padi yang berumur muda. Keong juga meninggalkan telur-telur mereka di batang padi. Keong juga sudah sampai ke beberapa desa di Kecamatan Karangtengah, " ungkap Marno.

Kepala Seksi Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Heri Wuryanta, menjelaskan, pihaknya sudah menerima keluhan dari para petani mensoal serangan hama keong emas. Atas hal itu, pihaknya telah memberikan solusi kepada para petani agar rutin melaksanakan pembasmian keong secara manual.

"Keong memang hama yang sangat berbahaya bagi padi. Keong sulit dibasmi karena perkembangbiakan yang cepat. Cara paling jitu yakni dengan membasmi melalui cara manual, " kata Heri.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved