Breaking News:

Prof Didik Dorong Unika Menuju Klaster Mandiri Kemenristekdikti

Dalam seminar yang dikhususkan bagi dosen tersebut dijelaskan mengenai beasiswa penelitian yang dapat diikuti oleh dosen untuk peningkatan kualitas

Penulis: rival al manaf
Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Prof Didik (Berbaju Batik) mengisi seminar untuk dosen Unika, Kamis (28/4/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Unika menyelenggarakan seminar engan topik "Tips & Tricks to Win Grants From ASEAN Countries" di Ruang Hijau Gedung Mikael Lantai 3, Kamis (28/4/2016). Hadir sebagai pembicara yang adalah Prof Dr sc Agr Ir Didik Sulistyanto, Ex-Atase kebudayaan, Kedutaan Besar Indonesia untuk Thailand.

Dalam seminar yang dikhususkan bagi dosen tersebut dijelaskan mengenai beasiswa penelitian yang dapat diikuti oleh dosen untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.

"Unika sekarang menjadi perguruan tinggi swasta yang berada di klaster A (Unggulan) dan saya percaya dapat meningkat lagi menjadi level Mandiri," ujar Prof Didik seperti tertulis dalam keterangan pers yang dikirim Humas Unika.

Menurutnya ada beberapa kriteria yang menjadi komponen evaluasi kinerja Perguruan Tinggi berbasis penelitian, yaitu Sumber daya Penelitian sebesar 30%, Manajemen Penelitian 15%, Output Penelitian 50%, dan Revenue Generating 5%. "Bagi Unika sendiri, peningkatan dapat dilakukan pada Sumber Daya Penelitian, maka Unika akan naik klaster menjadi Mandiri" tuturnya.

Ia menjabarkan ada beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh Dikti, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. "Ada Program bernama Horizon 2020 yakni program yang ditawarkan oleh EU untuk penelitian dan inovasi dalam ilmu pengetahuan" jelas Prof Didik dalam seminar tersebut.

Untuk program ini, menurutnya, ada 3 prioritas utama yakni Excellence Science, Industrial Leadership dan Societal Challenges.

"Ada pula beasiswa Marie Sklodowska Curie Actions, yang juga berasal dari Eropa" tuturnya.

Selain beasiswa untuk penelitian, beasiswa ini juga menawarkan pengembangan karir bagi peneliti. Namun dalam penelitiannya, seorang peneliti yang berasal dari ASEAN harus bekerjasama dengan peneliti dari negara-negara Eropa.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved