Wetlands International Melatih Masyarakat Terdampak Abrasi di Bedono Demak
Wetlands International Melatih Masyarakat Terdampak Abrasi di Bedono Demak
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Puluhan tokoh masyarakat dan warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten terlihat antusias saat mengikuti Training of Trainer (TOT) tanggap siaga bencana yang digagas oleh Wetlands International di Balai Desa Bedono, Jumat (29/04/2016).
Kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi warga terdampak abrasi itu merupakan persiapan program Building With Nature (membangun bersama alam) yang dilaksanakan oleh tim fasilitator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Belanda tersebut.
Koordinator Fasilitator Wetlands International, Eko Budi Priyanto, menjelaskan, melalui pelatihan yang digelar selama dua hari ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk berkontribusi terhadap alam sekitar. Diantaranya, kata dia, dengan menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan termasuk siaga tanggap bencana.
" Bencana alam ini bagian dari teman kita, oleh hal itu mari kita jaga dengan peduli lingkungan dan siaga tanggap bencana. Budayakan menanam mangrove di kawasan terdampak abrasi. Selain itu, lahan-lahan terdampak abrasi bisa kita manfaatkan menjadi area pertambakan, " kata Budi kepada Tribun.
Dijelaskan Budi, Wetlands International merupakan LSM nirlaba internasional yang mendedikasikan diri pada restorasi dan konservasi lahan basah. Mereka menaruh perhatian pada hilang dan rusaknya lahan basah, seperti danau, rawa dan sungai.
" Visi kami adalah terciptanya dunia dimana lahan basah merupakan harta karun yang tidak terkira dan terus dirawat karena kecantikannya, kehidupan yang didukungnya serta berbagai sumber daya yang disediakannya. Kami bekerja melalui jaringan kerja puluhan kantor, mitra dan para pakar untuk mencapai sasaran akhir kami. Sebagian besar pekerjaan kami didanai berbasis proyek, baik oleh pemerintah maupun penyandang dana swasta, " ujar Budi.
Pj Kepala Desa Bedono, Aslor, mengapresiasi dengan baik upaya yang dilakukan oleh Wetlands International ini. Setidaknya, usai mengikuti pelatihan ini, masyarakat menjadi termotivasi untuk tetap bertahan di tengah keterpurukan bencana abrasi yang melanda desanya.
" Para ibu-ibu rencananya nanti juga akan dibekali pelatihan usaha. Kegiatan seperti ini positif. Memacu semangat keberlangsungan hidup masyarakat terdampak abrasi, " tutur Aslor.
Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono, M Faizin, mengatakan, selama dua puluh tahun terakhir, tercatat abrasi telah menenggelamkan dua dusun di Desa Bedono. Lebih dari 250 Kepala Keluarga (KK) direlokasi.
" Abrasi di desa bedono selama 20 tahun terakhir diperkirakan yang terbesar di kawasan pantai utara dan selatan Jawa dan bahkan di Indonesia. Luas kawasan yang terkena erosi mencapai 2.116,54 hektar yang menyebabkan garis pantai mundur sepanjang 5,1 kilometer dari garis pantai di tahun 1994 lalu, " terang Faiz.
" Aksi nyata dari LSM Wetlands ini perlu didukung oleh semua pihak, karena selain memberikan solusi inspiratif juga memberikan syok terapi kepada warga bedono. Ini sangat bermanfaat, kami seperti memperoleh semangat baru untuk tetap bertahan mencintai desa kami yang rusak tergerus abrasi, " sambung Faiz.
Menurut Faiz, Wetlands masuk ke Kabupaten Demak sejak Bulan September 2015. Satu diantara kontribusi yang diberikan kepada warga terdampak abrasi yakni pembangunan Hybrid Enginering di wilayah Desa Timbul Sloko dan Desa Bedono sepanjang 1,04 Km. " Rencananya Wetlands juga akan membangun Hybrid Enginering sepanjang 19 Km di wilayah pesisir Kabupaten Demak, " pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wetlands-international-beri-pelatihan-tot-kepada-warga-bedono_20160429_232109.jpg)