Ganjar Minta Bersih-bersih Eceng Gondok di Rawapening Jadi Paket Wisata

Ribuan peserta dari pelbagai kalangan mengikuti Gugur Gunung Resik-Resik Rawapening, Minggu (1/5/2016)

Ganjar Minta Bersih-bersih Eceng Gondok di Rawapening Jadi Paket Wisata
tribunjateng/m nur huda
Ganjar: Bersihkan Eceng Gondok di Rawa Pening Dikemas Jadi Wisata Peduli Lingkungan. Ganjar turut bersih bersih eceng gondok di Rawa Pening Kabupaten Semarang, Minggu 1 Mei 2016 

TRIBUNJATENG.COM, AMBARAWA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuktikan janjinya untuk menggelar kegiatan pembersihan Danau Rawapening, Ambarawa, Kabupaten Semarang, dari eceng gondok. Minggu (1/5) kemarin, Ganjar mengajak seluruh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan Tim SAR untuk melakukan aktivitas tersebut.

Sebelumnya, pada dialog interaktif dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, 26 April lalu, seorang warga Ambarawa mengeluhkan keberadaan eceng gondok di Rawapening dan meminta Pemprov membersihkannya. Saat itu, Ganjar menjanjikan akan menggelar kegiatan resik-resik Rawapening.

Ribuan peserta dari pelbagai kalangan mengikuti Gugur Gunung Resik-Resik Rawapening tersebut. Selain BPBD dan SAR se-Jateng, kalangan pencinta alam, komunitas peduli lingkungan, TNI, serta masyarakat mengikuti kegiatan itu. Dalam kegiatan yang sudah kali kedua dilaksanakan itu, Ganjar didampingi Bupati Semarang, Mundjirin.

Sebagian peserta turun ke air lalu menarik eceng gondok ke pinggir, kemudian mengangkutnya ke daratan. Sebagian lagi menggunakan perahu karet mendorong eceng gondok ke pinggir. Menurut panitia, eceng gondok tersebut nantinya dibuat menjadi pupuk.

Ganjar menyampaikan, dalam berwisata di Rawapening sebaiknya wisatawan tidak melulu menikmati keindahan dan kuliner. Wisatawan bisa diberdayakan untuk peduli lingkungan, misalnya dengan diajak membersihkan eceng gondok di danau. Kegiatan semacam itu, menurut Ganjar, bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. "Membersihkan eceng gondok adalah pengalaman baru berwisata di Rawapening. Ada experience unik, sekaligus edukasi dan kepedulian lingkungan," katanya.

Untuk wisatawan yang sudah bersih-bersih, kata dia, bisa disediakan papan untuk menuliskan namanya. Setelah tiga kali berbuat serupa, wisatawan mendapat sertifikat khusus atas partisipasinya pada dana yang terdapat legenda Baruklinting tersebut.

Melalui penghargaan tersebut, menurut Ganjar, akan menarik minat wisatawan dari kalangan akademisi, komunitas sosial, siswa yang study tour, bahkan turis mancanegara. "Mereka akan belajar tentang eceng gondok, diajak prihatin bahwa Rawapening yang indah ini terancam oleh sedimentasi," tegasnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi Rawa Pening sudah diprogramkan Pemerintah Pusat. Tahun ini ditargetkan penyelesaian Detail Engineering Design (DED) dan tahun depan mulai dibangun. Oleh karena itu ia mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut menyelamatkan danau tersebut.

"Saya ingin ada pembersihan rutin, mungkin dua minggu sekali. Jadi saya minta list-nya kalau mau membersihkan semuanya itu butuh waktu berapa lama, orangnya berapa, alatnya apa saja," katanya pada pengelola. (*/had/dse)

Selengkapnya Baca Tribun Jateng cetak edisi Senin (2/5)

Penulis: deni setiawan
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved