Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Batik Bumi Saridin Khas Kayen Pati Bakal Dipatenkan

Batik khas Kecamatan Kayen atau yang biasa dikenal dengan Batik Bumi Saridin sudah mulai diminati warga baik dari Pati maupun dari luar Pati

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
tribunjateng/mamdukh adi priyanto
Contoh batik bumi saridin saat pameran batik khas kayen beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Batik khas Kecamatan Kayen atau yang biasa dikenal dengan Batik Bumi Saridin sudah mulai diminati warga baik dari Pati maupun dari luar Pati.

Bupati Pati, Haryanto menyatakan akan mendorong warga setempat untuk mematenkan batik khas Kayen, Pati itu.

"Kami perlu mendorong agar warga setempat mematenkan batik tersebut. Tak perlu risau dengan biaya yang dikeluarkan untuk mematenkan produk sebab biayanya relatif murah," kata Haryanto, Kamis (5/5/2016).

Menurutnya, warga yang akan mematenkan batik khas Kayen itu akan dibantu dan didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Pada 2015 lalu, seri pertama batik Bumi Saridin memunculkan motif perpaduan lukisan buah asem, jambu, dan kelapa. Sedangkan di seri kedua yang dikeluarkan tahun ini, motif yang dihadirkan berupa perpaduan gambar lele, durian dan daun jati.

Selain mendorong untuk mematenkan karya Batik Bumi Saridin, Haryanto juga akan terus membantu pemasaran produk unggulan Kayen tersebut.

"Batik Bumi Saridin seri pertama dan kedua sudah kami pajang semua di Pasar Unggulan Pragolo Pati. Jadi kalau ada wisatawan yang berminat, aksesnya lebih mudah," terangnya.

Ia juga akan mendorong PNS, kades, perangkat desa, dan ibu-ibu PKK sekitar Kayen untuk membuat seragam dengan motif Batik Bumi Saridin seri pertama dan kedua.

Sementara, Camat Kayen, Jabir mengatakan, sebanyak 19 orang wanita anggota Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Syech Jangkung Kayen pada 2016 ini sudah diikutkan pelatihan membatik dengan pelatih dari Desa Bakaran Kecamatan Juwana, Pati.

"Mereka mengikuti pelatihan membatik dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan dari kerajinan tersebut," ujar Jabir.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved