Kesurupan Massal Terjadi karena ada Siswa yang Mengambil Batu di Candi Borobudur

Salah satu makhluk mengatakan kepadanya, bahwa ia berasal dari Borobudur.

Kesurupan Massal Terjadi karena ada Siswa yang Mengambil Batu di Candi Borobudur
tribunjogja/santoari
Lantunan ayat suci Al Quran masih berkumandang di masjid milik SMPIT Abu Bakar untuk menenangkan para siswa yang kesurupan. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Kesurupan masal menghinggap di puluhan siswa Borobudur asal Tangerang, Rabu (4/5). Satu persatu siswa yang rata-rata perempuan berjatuhan dan berteriak histeris. Kejadian yang tak biasa ini menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Pegawai hotel di daerah Umbulharjo, yang enggan disebut namanya, tempat para siswa menginap, mengatakan bahwa rombongan siswa yang kesurupan berasal dari Tangerang.

"Mereka sebenarnya dari Borobudur. Rata yang kesurupan perempuan," ungkapnya.

Torro Pawiro, Wakil ketua dari Komunitas Angkringan Supranatural Kota Gudeg mengatakan sekitar pukul 21.30 pihaknya mendapat informasi dan langsung merapat dengan tujuh personel lainnya. Mereka ke lokasi kejadian untuk membantu evakuasi dan mengeluarkan makhkuk yang menghinggap di tubuh para siswa itu. Seluruh siswa yang kesurupan dihantarkan ambulan ke masjid tak jauh dari hotel.

"Kami membantu mengeluarkan makhluk itu. Setelah dikeluarkan, kami ngumpulin energi biar para siswa enggak lemas. Semacam healing ke pasien dan energinya tetap stabil," jelasnya.

Informasi aktivitas para siswa yang siang harinya ke Borobudur dibenarkan oleh Torro. Salah satu makhluk mengatakan kepadanya, bahwa ia berasal dari Borobudur. Jin itu menghinggapi siswa karena ada satu di antara mereka mengusik keberadaannya.

"Ada salah satu makhluk mengaku ada siswa yang mengusik. Siswa itu mengambil batu dari candi borobudur," jelasnya. "Makhluk jenis itu memang suka cari perhatian. Jadi bila ada satu pemantik, maka yang ada di sekitar bisa ikut-ikutan. Makanya yang kesurupan banyak" tambahnya.

Situasi dapat dikendalikan, dan satu persatu siswa dapat disembuhkan. Kejadian itu berakhir Kamis, sekitar pukul 00.30. Selain dari Komunitas Angkringan Supranatural Kota Gudeg, para pemuka agama dan masyarakat turut membantu mengusir makhluk-makhluk itu. Sementara kepolisian yang datang terjun untuk mengamankan situasi dan melancarkan evakuasi.(*/Tribun Jogja, Santo Ari)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved