Liputan Khusus

Hacker Bikin LPSE Tak Bisa Diakses

Lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik (LPSE) proyek pemerintah pusat dan daerah disusupi hacker.

dailymail
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, - Lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik (LPSE) proyek pemerintah pusat dan daerah disusupi hacker. Pelaku menguasai sistem dan membuat peserta lelang kesulitan mengakses.

Kalaupun bisa mengakses, pelaku berinisial Mhd yang sudah dibekuk Satuan Cyber Crime Bareskrim Polri ini mengubah dokumen peserta lelang.

"Pelaku dapat mengubah dokumen yang telah dimasukan oleh peserta lelang, akibatnya saat dicek oleh panitia akan dinyatakan tidak lengkap," jelas Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khsusus Bareskrim Polri, Kombes Agung Setya, beberapa waktu lalu.

Mhd tak berulah sendiri. Ia bekerja bersama kelompoknya. "Karena dihilangkan atau isi dokumen dianggap tidak sesuai karena berbagai sebab yang diciptakan oleh pelaku, maka peserta tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat," tutur Agung. Mhd kini ditahan di Bareskrim Polri.

Mhd yang merupakan kontraktor asal Lampung ini bisa bertindak sebagai super user pada sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Beberapa LPSE yang sudah diterobos adalah beberapa Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi di Sumatera, beberapa daerah di Jawa, Maluku serta LPSE kabupaten dan kota di Sumatera, Banten, DKI dan Sulawesi," jelas Agung.

Pantaun Tribun Jateng, setiap darah di Jawa Tengah telah menggunakan sistem lelang secara elektronik atau LPSE melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). LPSE yang berupa website atau aplikasi internet yang dipakai ternyata menggunakan alamat situs atau protokol jaringan HTTP dan HTTPS.

Penelusuran Tribun, ada dua kabupaten yang menggunakan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) dalam pemakaian website LPSE yaitu Kabupaten Demak dan Kendal. Sedangkan kabupaten lainnya menggunakan HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

HTTP dan HTTPS adalah kode bahasa protokol yang tidak asing lagi bagi pengguna internet, karena di setiap link yang mengacu pada sebuah website pasti menggunakannya. Kode ini juga sering dijumpai ketika hendak melakukan browsing atau membuka halaman website tertentu.

Meski sama-sama dipakai untuk membuka halaman website, HTTPS memiliki kelebihan fungsi di bidang keamanan(secure) atau dengan kata lain HTTPS lebih aman dibandingkan HTTP. Meski demikian, bukan berarti HTTPS tidak bisa dibobol oleh hacker. (tribunjatengcetak/tim)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved